Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Perjalanan Bermusik Bone Sight: Hardcore Bukan Sekadar Musik Kekerasan

Adetio Purtama • Sabtu, 7 Maret 2026 | 11:32 WIB

Para personel Bone Sight (ki-ka) Rafi, Vadil (jongkok) Adan, dan Habib.
Para personel Bone Sight (ki-ka) Rafi, Vadil (jongkok) Adan, dan Habib.
Musik underground di Padang kembali diramaikan oleh kemunculan band hardcore bernama Bone Sight. Band yang terbentuk pada 2025 ini mulai mencuri perhatian dengan karakter musik metalic hardcore yang memadukan energi hardcore dengan unsur groove death metal. Seperti apa ceritanya?

Adetio Purtama, Padang—

Bone Sight digawangi empat personel muda, yakni Adan sebagai vokalis, Vadil di posisi drummer, serta dua gitaris Rafi dan Habib. Band ini lahir dari kebersamaan para personelnya yang sering berkumpul dan memiliki selera musik yang sama.

Awalnya, ide membentuk band muncul secara spontan saat mereka sering nongkrong bersama. Kesamaan ketertarikan terhadap musik keras akhirnya membuat mereka sepakat membangun proyek musik bersama.

“Awalnya dari nongkrong saja. Karena ternyata selera musik kami sama, akhirnya muncul ide untuk membentuk band,” ujar salah satu personel Bone Sight.

Nama Bone Sight sendiri memiliki arti “membidik tulang”. Filosofi tersebut dianggap selaras dengan karakter musik keras yang mereka usung sejak awal pembentukan band.

Sejak awal, Bone Sight sepakat mengarahkan identitas musik mereka ke genre metalic hardcore, yakni perpaduan antara hardcore dengan elemen groove death metal. Beberapa personel yang memiliki latar belakang ketertarikan pada death metal turut memengaruhi arah musik band tersebut.

Dalam proses kreatifnya, Bone Sight juga terinspirasi oleh sejumlah band hardcore internasional seperti Whispers, Shattered Realm, dan Speed. Perpaduan referensi tersebut membentuk karakter musik Bone Sight yang agresif, berat, namun tetap memiliki groove yang kuat.

Meski tergolong band baru, Bone Sight sudah merilis 8 lagu yang kini dapat dianggap sebagai EP atau bahkan sebuah album awal mereka. Karya tersebut menjadi pijakan awal band ini memperkenalkan identitas musiknya di skena hardcore.

Beberapa lagu yang telah dirilis antara lain Intro, Stab Yo Move, Watch Your Step, Interlude, Stained Glass, Slight Vision, No Mercy, dan Become Hate.

Dalam penulisan lirik, band ini banyak mengambil inspirasi dari pengalaman pribadi para personelnya. Tema yang diangkat cukup dekat dengan realitas kehidupan, mulai dari pengkhianatan dalam pertemanan, sikap bermuka dua, hingga budaya senioritas yang masih sering terjadi di lingkungan sosial. Menurut mereka, lirik-lirik tersebut menjadi bentuk ekspresi terhadap realitas yang mereka alami sendiri.

Ubah Stigma Musik Hardcore

Di balik musik yang keras dan agresif, Bone Sight memiliki misi untuk mengubah stigma negatif terhadap genre hardcore. Selama ini, hardcore kerap dipandang sebagai musik yang identik dengan kekerasan. Padahal menurut mereka, hardcore memiliki nilai solidaritas dan ekspresi yang jauh lebih luas.

“Tantangan kami adalah membuat orang paham bahwa hardcore bukan genre kekerasan. Hardcore lebih dari sekadar moshing atau ajang terlihat paling kuat,” kata mereka.

Selama perjalanan awal mereka di skena musik, salah satu panggung yang paling berkesan bagi Bone Sight adalah saat tampil dalam acara Roar on Friday. Momen tersebut terasa istimewa karena bertepatan dengan release party album mereka.

Selain menjadi perayaan perilisan karya, acara tersebut juga menghadirkan sejumlah band lain yang dinilai memiliki kualitas musikal tinggi.

“Roar on Friday menjadi panggung yang paling berkesan karena itu juga menjadi release party album kami,” ujar mereka.

Lebih lanjut Bone Sight berharap perkembangan musik underground di Sumatera Barat terus meningkat, khususnya dalam hal pemahaman terhadap genre hardcore dan musik underground secara umum.

Mereka berharap masyarakat dapat melihat hardcore sebagai bentuk ekspresi seni, bukan sekadar simbol gaya hidup atau ajang pamer kekuatan.

“Semoga semakin banyak orang yang memahami bahwa hardcore bukan hanya untuk terlihat keren, tetapi juga memiliki pesan dan nilai di dalamnya,” ungkap mereka.

Siapkan EP Baru

Ke depan, Bone Sight telah menyiapkan proyek musik berikutnya. Band ini berencana merilis EP baru yang berisi lima lagu dengan konsep yang lebih gelap dibandingkan karya sebelumnya.

Tidak hanya dari segi tema, mereka juga berupaya menghadirkan karakter suara yang lebih berat dan intens untuk memperkuat identitas musikal band tersebut.

Dengan konsep baru tersebut, Bone Sight berharap dapat terus berkembang sekaligus memperkuat posisi mereka di skena musik hardcore lokal. (*)

Editor : Adetio Purtama
#Band Hardcore #musisi #musik kekerasan #padang #Bone Sight