PADEK.JAWAPOS.COM--Perayaan Record Store Day Padang 2026 kembali digelar di Padang dengan menghadirkan semangat kolaborasi lintas komunitas musik, kolektor rilisan fisik, hingga seniman visual. Tahun ini, agenda tahunan pecinta rilisan fisik tersebut akan berlangsung pada 16 Mei 2026 di Fabriek Padang.
RSD Padang 2026 kembali menjadi ruang temu antara rilisan fisik musik dan pengalaman kolektif yang dibangun dalam satu ekosistem kreatif. Penyelenggaraan tahun ini melibatkan berbagai kolektif musik, record store, kolektor, hingga seniman rupa dalam proses kolaborasi kreatif.
Untuk pengerjaan artwork, panitia menggandeng sejumlah seniman seperti Wanda, Arkadata, Garlov, dan Rafi. Selain menghadirkan showcase musik secara langsung, RSD Padang tahun ini juga tetap mengusung konsep audio visual modern yang menjadi ciri khas perayaan tersebut.
Baca Juga: MTQ Nasional ke-42 Kelurahan Indarung Diikuti 70 Peserta, Juara Lolos ke Tingkat Kecamatan
Meski secara global Record Store Day umumnya dilaksanakan lebih awal, RSD Padang 2026 digelar sedikit mundur karena kembali menghadirkan “Exclusive Release Kompilasi” dalam format Vinyl 7 inci jenis Picture Disc.
Rilisan eksklusif tersebut memuat karya dari 13 band dan solois asal berbagai daerah di Sumatera Barat yang dipilih melalui mekanisme submission terbuka. Selain vinyl, panitia juga merilis Cassette Tape 90 Various Artist di bawah label Swara Rekords dengan jumlah terbatas sebanyak 20 keping.
Adapun daftar musisi yang terlibat dalam rilisan kompilasi tersebut antara lain Jordanson lewat lagu Alerta, Wakas dengan Franklin, YTTA melalui Amara, Giggle dengan Fake Though, FRYTH lewat Cursed Crown, hingga Nerd Blast dengan lagu Pretty Ghost.
Baca Juga: Perkuat Hilirisasi, Siapkan Pabrik Gambir
Selain itu terdapat Million Hopes dengan But Not Really Home, Soufrrance melalui To Grieve Deeply, Prokontra lewat Mangu Bumi, Voidgrip dengan Alive, Euphonius melalui Skeptic, Samoa dengan Nocturnal, serta Lorelei n the Dwarves lewat lagu Monarki.
Panitia berharap Record Store Day Padang dapat terus menjadi agenda tahunan yang konsisten digelar dan berkembang menjadi ruang kolaborasi berkelanjutan bagi ekosistem musik independen di Sumatera Barat.
Melalui kegiatan tersebut, komunitas musik lokal diharapkan tidak hanya memiliki ruang selebrasi, tetapi juga ruang distribusi karya, jejaring kreatif, serta penguatan budaya rilisan fisik yang kini kembali diminati kalangan penikmat musik.
Baca Juga: Polisi Tangkap Pengedar Sabu dan Ekstasi di Dharmasraya, 93 Butir Pil Disita
Informasi lebih lanjut mengenai kegiatan ini dapat diakses melalui akun Instagram resmi RSD Padang di @rsdpadang. (*)
Editor : Adetio Purtama