Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Bunuh Diri Meningkat di Sumbar, Utang dan Asmara Pemicu

Novitri Selvia • Kamis, 23 November 2023 | 10:12 WIB
Kombes Pol Dwi Sulistyawan.(DOK. POLDA SUMBAR)
Kombes Pol Dwi Sulistyawan.(DOK. POLDA SUMBAR)
Kasus bunuh diri di Sumbar terus bertambah. Hal ini menjadi perhatian serius. Keterbatasan ekonomi, masalah pribadi, dan faktor keluarga menjadi salah satu penyebabnya. Korban bunuh diri ini rata-rata merupakan anak muda dengan beragam penyebab.

Data Direktorat Reserse Kriminal Kepolisian Daerah (Polda) Sumbar, dalam kurun 2022 hingga November 2023 tercatat 113 kejadian bunuh diri. Sebanyak 46 kasus selama 2022. Sementara rentang Januari-November 2023 tercatat 67 kasus.

“Ini sesuai data yang kita terima dari polres-polres,” kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan kepada Padang Ekspres, kemarin (22/11). Dari 67 kasus hingga November 2023 itu, Polresta Padang paling banyak menindak kasus bunuh diri.

Dari laporan Polresta Padang tercatat 10 kasus. Disusul 7 kasus Polres Pasaman dan 6 kasus Polres Pariaman. “Sementara Polres Sawahlunto dan Polres Solok Selatan nihil menindak kasus bunuh diri,” ungkapnya.

Ia menerangkan, dari hasil penyelidikan terungkap penyebab kasus bunuh diri dengan motif yang beragam. Mulai dari utang, ekonomi, putus cinta (asmara, red). Kemudian stres karena penyakit, karena keluarga dan karena teman. Serta gangguan kejiwaan atau depresi.

“Itu yang terpantau dari hasil penyelidikan dari sejumlah kasus yang terjadi hingga November 2023,” sebut Dwi. Dalam penanganan kasus bunuh diri ini, katanya, pihak kepolisian akan melakukan cek dan olah tempat kejadian peristiwa. Kemudian mencatat dan meminta keterangan saksi setempat.

“Dilanjutkan mengumpulkan barang bukti, menemui pihak keluarga untuk persetujuan di visum etnrepertum atau autopsi. Dan membuat laporan kejadian,” ungkapnya.

Ia menyampaikan, dalam menekan kasus bunuh diri ini, kepolisian intens memberikan penyuluhan kepada masyarakat, perkantoran dan sekolah-sekolah tentang larangan bunuh diri. ”Kemudian memberikan penyuluhan atau imbauan melalui wali nagari dan Bhabinkhamtibmas kepada masyarakat,” tukasnya.

Peduli Sesama Cegah Bunuh Diri

Psikolog Fitri Yanti mengatakan, beberapa waktu belakangan Sumbar memang dihebohkan soal kasus bunuh diri. Bahkan, salah satu kasus terjadi Senin (13/11) lalu dan masih hangat jadi perbincangan masyarakat maupun netizen di dunia maya sampai saat ini.

Motif dan penyebab seseorang bunuh diri tentu saja menjadi perhatian dimana setiap manusia layak untuk mendapatkan kesempatan kedua dan tidak memilih jalan mengakhiri nyawanya.

“Di sanalah peranan kita bagaimana meredam keinginan seseorang mengambil jalan pintas yang tidak diridhoi oleh agama tersebut,” ujarnya. Ia menilai, bunuh diri menjadi penyebab kematian tertinggi ketiga pada rentang usia 15-24 tahun.

Bunuh diri dijadikan salah satu jalan keluar dalam situasi yang tidak terselesaikan atau bagi penderita penyakit psikis. Dilakukan seseorang ketika merasa depresi, tidak adanya kesempatan untuk membenahi diri, menurunnya kemampuan diri atau dalam masa penyembuhan penyakit yang parah.

Ia menjelaskan, bunuh diri merupakan tindakan merusak diri sendiri yang berakibat pada kematian. Gejala awal bunuh diri adalah seseorang mengalami gejala depresi, dimana seseorang tidak mampu untuk mengelola dirinya sendiri dengan baik.

Menurut Fitri ada beberapa faktor penyebab seseorang memilih mengakhiri hidupnya sendiri seperti adanya gangguan psikologis. Gangguan itu dapat menimbulkan tindakan-tindakan berbahaya.

Baik itu merupakan tindakan bunuh diri yang mematikan maupun bunuh diri yang tidak mematikan seperti depresi merupakan gangguan psikologis yang sering berkaitan dengan percobaan bunuh diri.

Selain itu, penggunaan alkohol atau narkotika. Kemudian penyakit jasmani hal yang paling sering mengakibatkan bunuh diri khususnya bagi orang tua. Keluarga juga dapat menjadi pemicu. Biasanya terjadi pada remaja kebimbangan terhadap harga diri, merasi tidak disukai, tidak di cintai, tidak di perlukan dan tidak dipahami.

“Terkadang media masa juga ikut berperan di dalamnya. Berita tentang bunuh diri kadang dapat memicu tindakan bunuh diri bagi orang-orang yang sudah menyiapkan dirinya untuk melakukan tindakan bunuh diri. Pada saat mereka tahu ada yang mati bunuh diri dengan posisi dan keadaan yang sama dengan mereka alami akan mendorong untuk meniru dan melakukan perbuatan yang sama,” ungkapnya beberapa waktu lalu.

Tentunya, sebut Fitri, pasca seseorang bunuh diri akan menimbulkan berbagai bekas yang tidak dapat dihilangkan. Seperti, keluarga korban akan mengalami kesedihan mendalam dan berkepanjangan akibat peristiwa ini. Kehilangan keluarga karena bunuh diri menimbulkan duka sekaligus tekanan emosional.

Bunuh diri juga kerap memunculkan stigma di tengah masyarakat. Terkadang keluarga korban mendapati pengucilan, kurangnya dukungan hingga merasa disalahkan. “Selain itu perasaan bersalah karena tidak menyadari koondisi sulit yang dialami oleh korban sehingga merasa bersalah akibat gagal melakukan pencegahan,” ucapnya.

Dia menyatakan, ada beberapa cara yang dapat diupayakan demi mencegah seseorang untuk berniat bunuh diri. Seperti menjadi pendengar yang baik menjukkan kepedulian terhadap masalah yang dihadapi oleh orang tersebut.

Dukungan moral juga dapat membantu seseorang yang ingin melakukan tindakan bunuh diri merasa lebih baik dan bersemangat.

“Selain itu berikan dukungan. Jangan menghakimi atau menyalahkan seseorang ketika ia ingin melakukan tindakan bunuh diri. Seseorang yang ingin melakukan tindakan bunuh diri merasa sangat sendirian dan tidak memiliki dukungan. Katakan bahwa ia tidak sendirian dan memiliki orang-orang yang peduli dengannya serta selalu ada untuknya,” tuturnya.

Agar membantu dalam pemulihan korban, tambahnya, dapat diarahkan ke psikolog atau psikiater. Ini supaya mendapatkan penanganan yang tepat sesuai dengan penyebab yang mendasari pikiran perilaku untuk bunuh diri. (y/rid/wni) Editor : Novitri Selvia
#Kombes Pol Dwi Sulistyawan #polda sumbar #utang #bunuh diri #asmara