Video berjudul "Pelemahan KPK oleh Jokowi" itu berisi penjelasan Hasto mengenai peran Presiden Joko Widodo dalam revisi Undang-Undang KPK.
Dalam video berdurasi 5 menit 24 detik tersebut, Hasto mengungkapkan bahwa pada 7 Mei 2024, ia bertemu dengan mantan penyidik senior KPK, Novel Baswedan, di sebuah acara di Universitas Indonesia (UI).
“Saat itu saya ditanya oleh Mas Novel, apakah benar PDIP menjadi pelopor revisi UU KPK,” ujar Hasto.
Hasto menegaskan bahwa tuduhan tersebut tidak benar. Ia menjelaskan kepada Novel bahwa justru ada pihak lain yang menjadi pionir revisi UU KPK.
“Inilah yang sering terjadi. Jika ada hal buruk, PDIP selalu dijadikan kambing hitam. Sebaliknya, jika ada kebijakan yang baik, Jokowi yang mendapat keuntungan politiknya,” kata Hasto.
Lebih lanjut, Hasto menekankan bahwa PDIP tidak pernah berupaya melemahkan KPK. Sebaliknya, ia menegaskan bahwa partai berlambang banteng itu merupakan partai yang getol dalam menyuarakan perlawanan terhadap korupsi.
Dalam video tersebut, Hasto juga mengungkapkan pertemuannya dengan Jokowi di Istana Merdeka. Pertemuan itu terjadi sebelum Gibran Rakabuming Raka diumumkan sebagai calon wakil presiden dalam Pemilu 2024.
Meski tidak memberikan detail lebih lanjut, pernyataan ini semakin memperkuat spekulasi mengenai peran Jokowi dalam berbagai kebijakan strategis. (jpg)
Editor : Hendra Efison