Program Sekolah Garuda terbagi atas dua skema, yakni pembangunan sekolah baru dan transformasi dari sekolah yang sudah ada. Kehadiran sekolah ini disambut antusias masyarakat Konawe yang menilai proyek tersebut membawa harapan baru bagi kemajuan pendidikan daerah.
Dila, pedagang kelontong di sekitar lokasi pembangunan, menyebut kehadiran Sekolah Garuda akan menghidupkan aktivitas ekonomi dan memberi peluang belajar lebih baik bagi anak-anak di daerahnya.
Hal senada disampaikan Ilyas, siswa kelas VIII SMPN 30 Konawe Selatan, yang bangga wilayahnya terpilih sebagai lokasi pembangunan. “Saya berharap bisa masuk Sekolah Garuda agar punya masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Sementara itu, Alia Aprilia, siswi kelas IX SMPN 12 Konawe Selatan, menyatakan kegembiraannya karena desanya menjadi titik pembangunan sekolah unggulan tersebut. Ia berharap Sekolah Garuda dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk meraih cita-cita.
Apresiasi juga datang dari kalangan orang tua. Siti Rumiah, wali murid yang hadir dalam acara pengenalan program, berterima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas gagasan pendirian Sekolah Garuda. Ia berharap anaknya dapat menempuh pendidikan di sekolah tersebut meski berasal dari keluarga sederhana.
Sekolah Garuda merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau Quick Win Presiden Prabowo Subianto, yang berfokus pada pengembangan talenta di bidang sains dan teknologi.
Sekolah ini dirancang sebagai lembaga pendidikan prauniversitas berasrama setingkat SMA dengan pendekatan pembelajaran STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) dan kurikulum berbasis penelitian. Tujuannya adalah melahirkan inovator masa depan dan menyiapkan generasi muda Indonesia untuk bersaing di tingkat nasional maupun global.
Acara groundbreaking Sekolah Garuda Konawe dilakukan secara simbolis oleh Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka, dan Bupati Konawe Selatan Irham Kalenggo, bersama sejumlah pejabat daerah lainnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto