Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Hari Pertama TKA Diwarnai Live Tiktok, Komputer Mati, dan Keluhan Soal Matematika

Novitri Selvia • Selasa, 4 November 2025 | 12:00 WIB

LANCAR: Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau TKA di SMK IT Bumi Putra Cibinong kemarin. Dia juga mendatangi SMAN1 Kota Bogor.
LANCAR: Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq meninjau TKA di SMK IT Bumi Putra Cibinong kemarin. Dia juga mendatangi SMAN1 Kota Bogor.

PADEK.JAWAPOS.COM-Hari pertama pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) kemarin (3/11) diwarnai berbagai peristiwa. Ada peserta yang live Tiktok hingga komputer mati saat mengerjakan soal.

Isu peserta live Tiktok sambil mengerjakan soal ini diungkap oleh akun @naxnooo di media sosial X. Dalam video yang diunggah, tampak akun Tiktok yang diduga peserta TKA dengan nama depan Nurul tengah melakukan live.

Dalam video tersebut, kamera yang digunakan terlihat fokus menyorot soal-soal yang tengah dikerjakan oleh Nurul. Live yang berlangsung hampir dua menit itu sempat diikuti oleh 23 ribu orang.

Ada pula insiden komputer mati. Kondisi ini dialami H Ariyawan, siswa SMAN 1 Mojosari, Mojokerto, saat mengerjakan mata pelajaran (mapel) pertama, Bahasa Indonesia. Awalnya, komputer yang digunakan berjalan normal.

Namun, ketika memasuki soal nomor 5, komputernya tiba-tiba nge-lag. Ia sempat deg-degan, tapi ternyata setelah ditunggu beberapa menit, komputer kembali normal. Siapa sangka, beberapa saat setelahnya komputernya malah mati.

“Setelah dua soal (yang dikerjakan lagi, red) komputernya mati. Lalu ada jumpscare The Nun persis seperti di film. Komputernya langsung mati dan ada tulisan gitu,” kenangnya.

Dia curiga, kondisi ini lantaran virus yang ada di komputer tersebut.
Dia mengaku sempat panik karena khawatir harus mengerjakan soal-soal tersebut dari awal.

Untungnya, jawaban dari soal yang sudah dikerjakan tersimpan. Namun, waktu mengerjakan soal berkurang karena menunggu perbaikan komputer sekitar 5 menit.

Teman-temannya sempat mengalami masalah teknis serupa. Ada yang tiba-tiba log-out sendiri akunnya. Siswa yang bercita-cita masuk jurusan Matematika di Universitas Airlangga ini berharap tes hari kedua bisa lebih lancar.

Apalagi, hari kedua seolah jadi gong TKA karena mapel yang diujikan lebih spesifik lagi. “Aku mapel pilihannya Kimia dan Matematika tingkat lanjut,” paparnya.

Beda lagi dengan SMAN 78 Jakarta. Pantauan Jawa Pos (grup Padang Ekspres), di awal, memang sempat ada masalah teknis. Misalnya, mouse dan keyboard tidak berfungsi.

Namun, hal itu sudah diantisipasi dengan disediakannya komputer pengganti di bagian paling belakang kelas. Sehingga, begitu ada keluhan, siswa-siswi langsung dipindahkan ke belakang.

Matematika Paling Banyak Dikeluhkan

Dari tiga mapel yang diujikan di gelombang pertama TKA, yakni Bahasa Indonesia, Matematika, dan Bahasa Inggris, sejumlah murid kompak mengaku mengalami tantangan besar saat mengerjakan soal Matematika.

Aliffasya Rahman, siswa SMAN 78 Jakarta, mengaku sejak awal memang cukup tegang. Sebab, ini kali pertama angkatannya harus menghadapi TKA.

Ketegangan itu sempat turun sebelum akhirnya naik lagi ketika soal Matematika muncul. “Matematika tadi tuh kekurangannya waktu sih, 25 soal cuma 50 menit,” akunya.

Meski begitu, dia optimis nilainya memuaskan. “78 sampai 80 persen lah, optimis,” sambung siswa yang bericita-cita masuk jurusan Metalurgi ITB tersebut.

Hal itu turut diamini Beryl Velmatheo, siswa SMAN 1 Mojosari, Mojokerto. Menurutnya, soal-soal yang diujikan di TKA hari pertama tingkat kesulitannya masih mudah-sedang. Namun, untuk Matematika, dia merasa waktunya kurang lama.

“Saya pribadi nggak aman sih kak, memang untuk Matematika ini perlu diadakan evaluasi karena untuk 25 soal itu harus selesai dalam 50 menit. Literally kayak UTBK, tapi pakai materi sekolah sih,” tuturnya.

Kemendikdasmen: Peserta Curang Bisa Didiskualifikasi

Dihubungi terkait sejumlah masalah yang muncul di pelaksanaan hari pertama TKA, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan (BSKAP) Kemendikdasmen Toni Toharudin mengaku sudah memantau situasi di lapangan.

Termasuk, soal salah satu peserta yang melakukan live Tiktok saat mengerjakan soal TKA. “Sudah (diketahui identitas siswi dan asal sekolah, red) dan kami sudah punya SOP terkait pelanggaran yang terjadi,” ungkapnya.

Toni mengatakan, pihaknya memiliki prosedur khusus ketika ada kasus disinyalir mengandung unsur kecurangan.

Baca Juga: Vasko Dorong Percepatan Tol Padang–Pekanbaru Lewat Pendekatan Sosial Budaya

Terduga pelaku tidak langsung disanksi, tapi harus memenuhi syarat berita acara dari pengawas. “Nanti kalau memenuhi syarat pelanggaran, tentu akan ada sanksi,” tegasnya.

Mengenai kekhawatiran adanya kebocoran soal, Toni memastikan hal itu tak akan terjadi. Sebab, pihaknya telah melakukan pengaturan khusus dengan randomisasi soal dan juga exam browser. “Sehingga kami yakin tidak akan ada kebocoran,” jelasnya.

Meski demikian, pihaknya akan memperketat lagi pengawasan terhadap peserta TKA di hari-hari selanjutnya. Hal ini sesuai dengan Kepmendikdasmen 95 tahun 2025 mengenai tata tertib peserta dan pengawas TKA.

Sementara itu, disinggung soal curhatan para peserta mengenai sempitnya waktu untuk mapel Matematika, Toni membantah. Menurut dia, waktu 50 menit untuk 25 soal sudah sangat cukup. “Sudah terukur untuk kecukupan waktunya,” jelasnya.

Dalam kesempatan terpisah, Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah (PAUD Dikdasmen) Kemendikdasmen Gogot Suharwoto sempat melakukan sidak pelaksanaan TKA hari pertama di SMAN 78 Jakarta.

Menurutnya, TKA yang diikuti 395 siswa itu berjalan dengan baik.
Gogot kembali mengingatkan bahwa TKA tidak menentukan kelulusan dan bersifat tidak wajib.

TKA diadakan untuk mengetahui kompetensi siswa hingga untuk mendaftar SNBP. Jadi, disarankan untuk mengerjakan dengan jujur dan gembira.

“Nggak usah cari-cari bocoran, karena semua soalnya nggak akan sama. Setiap laptop itu berbeda dan setiap ruangan tokennya juga berbeda. Jadi pasti diacak dan nggak mungkin ada soal yang sama. Jadi kalau nyari-nyari bocoran kemana-mana, malah capek, malah nggak sempat waktu untuk belajar,” ungkapnya.

Lalu, bagaimana bila ditemukan adanya kecurangan? Gogot mengatakan, nantinya tim pengawas akan melaporkan ke pusat. Meski begitu, dia meragukan hal itu bisa terjadi mengingat setiap kelas terdapat dua pengawas.

“Saya kira kalau curang agak sulit ya, kita juga ada zoom dari pusat untuk memantau semua ruangan,” katanya. (mia/oni/jpg)

Editor : Novitri Selvia
#TKA 2025