Hingga kuartal ketiga 2025, Indosat mencatat telah mengoperasikan lebih dari 208.000 BTS 4G, naik 7,7% dibandingkan tahun sebelumnya, serta 1.404 BTS 5G yang kini aktif di berbagai kota besar.
“Perluasan jaringan ini menjadi tulang punggung misi Indosat dalam menghadirkan konektivitas digital yang lebih cepat, andal, dan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia,” tulis Vikram Sinha, President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, dalam siaran pers yang diterima media ini, Sabtu (8/11/2025).
Indosat menegaskan komitmen investasi berkelanjutan dengan mengalokasikan 79,5% dari total belanja modal (CapEx) untuk memperkuat infrastruktur jaringan seluler, sejalan dengan lonjakan kebutuhan data nasional yang terus meningkat di tengah ekspansi layanan digital.
Tren Data Naik, Sumatra Jadi Pendorong Utama
Secara operasional, Indosat Circle Sumatra mencatat pertumbuhan signifikan pada trafik data selama beberapa kuartal terakhir.
Berdasarkan data internal, regional Sumatera Utara mengalami lonjakan trafik tertinggi, yakni 12,70% QoQ, disusul Sumatera Tengah dengan pertumbuhan 6,90% QoQ, dan Sumatera Selatan sebesar 5,30% QoQ.
Kenaikan ini menunjukkan peningkatan adopsi layanan digital di berbagai sektor, mulai dari e-commerce, hiburan daring, hingga pendidikan berbasis teknologi.
Pertumbuhan pelanggan baru juga menjadi indikator kuat bahwa masyarakat semakin bergantung pada jaringan data yang stabil dan cepat.
Infrastruktur Sumatra: 46 Ribu BTS 4G Jadi Tulang Punggung
Demi memastikan kualitas layanan tetap optimal, Indosat terus memperluas kapasitas jaringan di wilayah Sumatra.
Hingga kuartal III 2025, tercatat pertumbuhan BTS 4G di Sumatra mencapai 9,5% YoY, dengan total lebih dari 46.000 BTS 4G tersebar di tiga regional utama.
Peningkatan paling signifikan terjadi di Sumatera bagian Selatan (10,4% YoY), disusul Sumatera bagian Utara (10,2% YoY), dan Sumatera bagian Tengah (7,4% YoY).
Ekspansi ini memperkuat posisi Indosat sebagai penyedia layanan dengan jangkauan jaringan 4G terluas kedua di Indonesia, setelah Telkomsel.
Konektivitas Sebagai Fondasi Ekonomi Digital
Investasi jaringan Indosat bukan sekadar memperluas jangkauan sinyal, melainkan membangun fondasi ekonomi digital nasional.
Berdasarkan laporan World Bank (2024), peningkatan 10% penetrasi broadband dapat mendorong pertumbuhan PDB sebesar 1,3% di negara berkembang.
Dengan populasi pengguna internet Indonesia yang telah melampaui 221 juta jiwa (APJII, 2025), kebutuhan terhadap jaringan berkinerja tinggi menjadi kunci daya saing nasional di era ekonomi berbasis data.
Langkah Indosat dalam memperkuat jaringan 4G dan mempercepat adopsi 5G di berbagai daerah, termasuk Sumatra, menjadi bagian penting dari peta jalan Indonesia Digital 2045 — menuju negara dengan ekosistem konektivitas yang cerdas, aman, dan inklusif bagi semua.(*)
Editor : Hendra Efison