“Perasaannya senang sekali, tidak disangka ada bantuan dari Pak Presiden. Saya ingin mengucapkan terima kasih,” ujar Slamet saat ditemui di depan Stasiun Tangerang Kota, Senin (17/11).
Lebih Ringan dan Efisien
Slamet yang sehari-harinya mangkal dari pukul 07.00 hingga 17.00 WIB menjelaskan, becak listrik jauh lebih nyaman dibandingkan becak manual.
“Perbedaannya enak, enggak perlu gowes lagi. Kakinya juga tidak pegal, kalau manual keringatnya lebih banyak,” jelas Slamet. Ia menambahkan, bantuan ini membuatnya lebih semangat dalam bekerja sehari-hari.
Harapan Penyaluran Becak Listrik Merata
Slamet berharap program bantuan becak listrik dapat menjangkau seluruh pengayuh becak di Indonesia.
“Saya berharap harus semua ya, seluruh Indonesia bisa mendapatkan ini. Pak Presiden memperhatikan orang-orang kecil,” katanya.
Dukungan Pemerintah untuk Tukang Becak Lansia
Presiden Prabowo sebelumnya menyatakan, semua becak di Indonesia nantinya akan menggunakan tenaga listrik atau motor listrik agar pengemudi tidak perlu mengayuh manual.
"Saya sudah siapkan nanti semua becak di seluruh Indonesia harus pakai motor listrik," kata Prabowo saat peluncuran interactive flat panel (IFP) atau smartboard di SMPN 4 Kota Bekasi, Jawa Barat, Senin (17/11).
Hingga saat ini, Prabowo telah menyalurkan sekitar 1.000 unit becak listrik bagi pengayuh lansia di Pulau Jawa melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional bekerja sama dengan Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin). Penyaluran meliputi 140 unit di Kendal, 100 unit di Demak, 100 unit di Jepara, 60 unit di Pati, 80 unit di Kudus, dan 100 unit di Rembang
Dengan bantuan ini, para pengayuh becak lansia seperti Slamet dapat menjalani pekerjaan sehari-hari lebih ringan dan produktif.(*)
Editor : Heri Sugiarto