Pengumuman tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Negara di hadapan para petani dan pemangku kepentingan pertanian.
Presiden Prabowo mengungkapkan apresiasi tinggi kepada para petani serta seluruh elemen pertanian. Ia menyebut, target swasembada yang awalnya diproyeksikan berlangsung empat tahun dapat tercapai hanya dalam waktu satu tahun.
Sementara itu, Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan kunci agar Indonesia tidak bergantung pada negara lain.
Penghargaan bagi Tokoh dan Pelaku Pertanian
Sebagai bentuk apresiasi negara atas kontribusi dalam mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan, Presiden Prabowo menganugerahkan Tanda Kehormatan Republik Indonesia kepada sejumlah tokoh dan pelaku di sektor pertanian.
Penghargaan tersebut diberikan kepada Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, para petani, penyuluh, serta jajaran TNI dan Polri yang dinilai berperan penting dalam pembangunan sektor pertanian.
Hilirisasi dan Teknologi Pertanian Modern
Selain itu, dalam rangkaian kegiatan Panen Raya di Kertamukti, Karawang, Presiden juga meninjau berbagai inovasi hilirisasi dan teknologi pertanian modern.
Presiden menyaksikan demonstrasi penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) otonom dan drone pertanian.
Selain itu, ditampilkan pemanfaatan pompa otomatis yang berfungsi untuk meningkatkan efisiensi sistem irigasi.
Kemudian, mengunjungi Pameran Hilirisasi Pertanian yang menampilkan beragam produk olahan hasil bumi.
Pameran tersebut juga menampilkan potensi strategis tanaman endemik gambir sebagai komoditas ekspor bernilai tambah.
Pakar Ungkap Pentingnya Hilirisasi Gambir
Muhammad Makky dari Universitas Andalas menjelaskan bahwa Indonesia selama ini masih mengekspor gambir dalam bentuk bongkahan.
Oleh karena itu, menurutnya, nilai tambah lebih banyak dinikmati negara lain. Ia berharap pemerintah memberikan dukungan untuk pengembangan industri hilirisasi gambir di dalam negeri. (*)
Editor : Heri Sugiarto