Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Update BNPB: Banjir dan Longsor Berdampak Ribuan Warga di Empat Provinsi, Akses Banyak Terputus

Hendra Efison • Sabtu, 10 Januari 2026 | 10:38 WIB

BNPB melaporkan banjir dan longsor di Halmahera Utara, Kalimantan Barat, dan Majalengka yang berdampak pada ribuan warga serta memutus sejumlah akses.
BNPB melaporkan banjir dan longsor di Halmahera Utara, Kalimantan Barat, dan Majalengka yang berdampak pada ribuan warga serta memutus sejumlah akses.
PADEK.JAWAPOS.COM—BNPB melaporkan sejumlah kejadian banjir dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah Indonesia pada periode 8–9 Januari 2026, berdasarkan pemantauan Pusdalops BNPB hingga Sabtu (10/1/2026), pukul 07.00 WIB. Bencana didominasi hidrometeorologi basah.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Dr Abdul Muhari, menyatakan bencana yang terjadi sebagian besar berupa banjir dan tanah longsor.

“Peristiwa bencana yang tercatat masih didominasi oleh jenis bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor,” ujarnya.

Halmahera Utara menjadi wilayah dengan dampak awal terbesar. BPBD setempat melaporkan banjir dan longsor melanda 22 desa di lima kecamatan pada Rabu (7/1), pukul 20.00 WIT. Satu warga dilaporkan meninggal dunia.

Pusdalops BPBD Halmahera Utara mencatat 1.216 rumah terendam, 20 rumah rusak berat, satu rusak sedang, dua rusak ringan, serta 11 fasilitas umum terdampak. Sebanyak 71 KK atau 282 jiwa dari Desa Togawa mengungsi secara mandiri.

Petugas menghadapi kendala penanganan darurat akibat beberapa jembatan terputus, termasuk jembatan Desa Posiposi–Tate dan jembatan Kali Baru Desa Doduwo. Longsoran di jalur menuju Loloda Utara juga menutup badan jalan, sementara jalur laut terhambat cuaca buruk.

Di Kalimantan Barat, BPBD Kabupaten Melawi melaporkan banjir dan longsor melanda 14 desa di empat kecamatan pada Kamis (8/1). Sebanyak 1.027 KK terdampak dan masih dalam pendataan. Tidak ada laporan pengungsian.

Akses menuju Desa Bemban Permai masih terputus dan BPBD setempat melakukan kaji cepat serta koordinasi lintas sektor untuk percepatan penanganan.

BPBD Kabupaten Sekadau juga melaporkan banjir akibat hujan deras di 11 desa di Kecamatan Nanga Taman dan Nanga Mahap pada Kamis (8/1), pukul 03.00 WIB. Sebanyak 3.545 KK atau 11.583 jiwa terdampak. Ketinggian air bervariasi 0,5–2 meter, menyebabkan jalan dan jembatan tidak dapat dilalui.

Beberapa warga mengungsi ke rumah kerabat, sementara sebagian lainnya bertahan di rumah masing-masing.

Di Jawa Barat, BPBD Kabupaten Majalengka mencatat banjir di Desa Kasturi, Kecamatan Cikijing, pada Rabu (7/1), pukul 15.30 WIB, setelah Sungai Cilutung meluap. Sebanyak 279 KK terdampak. Kondisi pada Kamis (8/1) berangsur surut dengan tinggi air sekitar 30 sentimeter.

BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi. Masyarakat diminta menjauhi wilayah rawan dan melakukan evakuasi mandiri saat kondisi darurat.

BNPB juga meminta pemerintah daerah memastikan kesiapan personel, peralatan, dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak sebagai bagian dari langkah kesiapsiagaan. (*)

Editor : Hendra Efison
#bnpb #banjir longsor #empat provinsi #halmahera utara