Zigo menyatakan bahwa kunjungan lapangan dilakukan untuk memastikan pekerjaan berlangsung sesuai rencana, baik dari sisi kualitas maupun ketepatan waktu.
Ia menjelaskan, kedua proyek tersebut mulai terkontrak sejak 31 Oktober 2025 dan ditargetkan selesai pada 25 Oktober 2027 dengan sumber pembiayaan dari Surat Berharga Syariah Negara (SBSN).
Pada ruas Tanah Badantuang–Kiliran Jao, pekerjaan meliputi rekonstruksi sepanjang 4,98 kilometer, rehabilitasi mayor 19 kilometer, dan rehabilitasi minor 2,9 kilometer.
Sementara itu, di ruas Sungai Dareh–Junction (Koto Baru), penanganan mencakup rekonstruksi 5,45 kilometer, rehabilitasi mayor 11,8 kilometer, dan rehabilitasi minor 2,1 kilometer.
Zigo menegaskan bahwa jalan tersebut merupakan jalur logistik utama yang menghubungkan arus distribusi barang dari Pulau Jawa, Palembang, Lampung, dan Jambi menuju Sumatera Barat.
Wakil rakyat asal Sumbar ini mengingatkan bahwa kerusakan atau keterlambatan pekerjaan dapat berdampak langsung pada masyarakat.
Menurutnya, keterputusan jalur selama satu hari dapat memicu kenaikan harga bahan pokok di Kota Padang. Karena itu, ia meminta penyedia jasa mematuhi spesifikasi teknis dan target waktu agar masyarakat tidak dirugikan.
Zigo menyebut bahwa peninjauan ini juga menjadi bagian dari persiapan menghadapi arus mudik Lebaran 2026. Ia meminta pelaksanaan pekerjaan tetap menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak menimbulkan hambatan bagi pengguna jalan.
Menurutnya, Komisi V DPR RI akan terus mengawal proyek infrastruktur strategis di Sumatera Barat agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara optimal.(*)
Editor : Heri Sugiarto