Komitmen tersebut disampaikan Direktur Utama Prihati Pujowaskito yang menegaskan bahwa kemudahan layanan JKN harus tetap dirasakan masyarakat kapan pun dan di mana pun, termasuk saat momentum mudik yang menjadi tradisi tahunan masyarakat Indonesia.
“Momentum mudik Lebaran tidak boleh menjadi penghalang bagi peserta untuk memperoleh pelayanan kesehatan. BPJS Kesehatan memastikan layanan Program JKN tetap dapat diakses dengan mudah sehingga masyarakat dapat menjalani perjalanan mudik dengan tenang karena perlindungan kesehatannya tetap terjamin,” ujar Pujo, Selasa (10/3/2026).
Untuk memastikan masyarakat tetap dapat mengakses layanan administrasi secara langsung, BPJS Kesehatan membuka layanan tatap muka di kantor cabang pada 18, 20, 23, dan 24 Maret 2026 mulai pukul 08.00 hingga 13.30 waktu setempat.
Selain itu, BPJS Kesehatan juga menghadirkan Posko Mudik di sejumlah titik strategis yang disiapkan untuk memberikan layanan informasi, konsultasi, hingga bantuan layanan bagi peserta JKN selama perjalanan mudik.
Posko tersebut beroperasi pada 13–16 Maret 2026 di berbagai lokasi, antara lain Pelabuhan Merak di Banten, Terminal Pulo Gebang di Jakarta Timur, Rest Area Tol 88A Cipularang di Purwakarta, Rest Area Tol 166A Cipali di Majalengka, Rest Area Tol 429A Ungaran di Semarang, Rest Area Tol 519A Masaran di Sragen, Terminal Purabaya di Sidoarjo, serta Pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar.
Pujo menjelaskan bahwa kehadiran posko di sejumlah titik perjalanan tersebut diharapkan dapat memberikan kenyamanan bagi para pemudik sekaligus mempermudah peserta memperoleh informasi mengenai layanan Program JKN selama perjalanan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bukittinggi, Haris Prayudi, menyampaikan bahwa peserta juga dapat memanfaatkan berbagai kanal layanan digital selama periode libur Lebaran.
Peserta dapat menggunakan aplikasi Mobile JKN untuk mengakses layanan administrasi secara mandiri, seperti perubahan data peserta, perubahan Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), hingga berbagai layanan administrasi lainnya tanpa harus datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Selain itu, pengecekan status kepesertaan juga dapat dilakukan melalui layanan PANDAWA di nomor WhatsApp 08118165165 maupun Care Center 165 agar peserta dapat memastikan kepesertaan tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik.
Haris juga menjelaskan bahwa peserta Program JKN tetap dapat mengakses layanan kesehatan meskipun berada di luar daerah domisili selama periode mudik Lebaran.
Apabila puskesmas, klinik, atau dokter keluarga tempat peserta terdaftar sedang tutup atau peserta berada di luar kota, maka peserta tetap dapat memperoleh pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) mitra BPJS Kesehatan lain yang sedang beroperasi.
Baca Juga: Melihat Aktivitas di Taman Digital WiFi Corner: Jadi Pilihan Warga untuk Bekerja saat Ramadhan
Informasi fasilitas kesehatan yang tetap beroperasi selama libur Lebaran dapat diakses melalui aplikasi pencarian fasilitas kesehatan Aplicares untuk mengetahui lokasi layanan kesehatan terdekat.
BPJS Kesehatan juga memastikan keberlanjutan pelayanan bagi peserta dengan penyakit kronis, termasuk peserta Program Rujuk Balik (PRB), sehingga terapi pengobatan tetap dapat berjalan selama periode libur Lebaran.
Ketua Umum Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia, Bambang Wibowo, menyampaikan bahwa rumah sakit di seluruh Indonesia telah mempersiapkan layanan bagi peserta JKN selama libur Lebaran.
Menurutnya, rumah sakit tetap beroperasi selama 24 jam dengan menyediakan layanan rawat inap, rawat jalan, serta layanan cuci darah agar pelayanan kesehatan bagi peserta JKN tetap berjalan optimal.
Sementara itu, Ketua Forum Konsumen Berdaya Indonesia, Tulus Abadi, mengingatkan pentingnya memastikan peserta tidak mengalami kendala administratif ketika mengakses layanan kesehatan.
Ia juga mengimbau masyarakat memastikan status kepesertaan JKN tetap aktif sebelum melakukan perjalanan mudik serta menjaga kondisi kesehatan selama perjalanan agar tetap prima.(*)
Editor : Hendra Efison