Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Kolaborasi ParagonCorp–ITB Hadirkan Teknologi Filter Air untuk 1.200 Warga Aceh Tamiang

Hendra Efison • Selasa, 10 Maret 2026 | 15:00 WIB

Kolaborasi ParagonCorp dan ITB menghadirkan teknologi filter air di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, menyediakan akses air bersih bagi sekitar 1.200 warga.
Kolaborasi ParagonCorp dan ITB menghadirkan teknologi filter air di Desa Sukajadi, Aceh Tamiang, menyediakan akses air bersih bagi sekitar 1.200 warga.
PADEK.JAWAPOS.COM—Teknologi filter air tersebut dipasang di Desa Sukajadi, tepatnya di tepi Sungai Tamiang yang selama ini menjadi salah satu sumber air utama masyarakat.

Sistem ini bekerja dengan menyedot air sungai yang sebelumnya dalam kondisi keruh, kemudian memprosesnya melalui dua tahap filtrasi hingga menghasilkan air yang jernih dan layak digunakan.

Air hasil penyaringan kemudian ditampung dalam tangki berkapasitas besar sebelum dialirkan ke toren air di rumah-rumah warga Kampung Sukajadi.

Melalui sistem distribusi tersebut, sekitar 1.200 penduduk kini dapat memanfaatkan air bersih untuk berbagai kebutuhan sehari-hari.

Kebutuhan tersebut meliputi mandi, mencuci, kebutuhan sanitasi, hingga sebagai sumber air minum. Selain distribusi ke rumah-rumah warga, sebagian masyarakat juga datang langsung ke lokasi filter untuk mengambil air.

Selama bulan Ramadan, terutama menjelang waktu berbuka puasa, warga terlihat mengantre dengan membawa galon kosong untuk mengisi air bersih dari sistem filter tersebut.

Kapasitas Produksi hingga 7.000 Liter per Jam

Sistem filter air yang dihadirkan melalui kolaborasi ParagonCorp bersama ITB melalui Direktorat Pengabdian kepada Masyarakat dan Kealumnian (DPMK) ITB ini memiliki kapasitas produksi hingga 7.000 liter per jam.

Unit filter tersebut dikirim dari Bandung menuju Aceh Tamiang dengan waktu perjalanan sekitar satu minggu sebelum akhirnya dipasang dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Selain menghadirkan teknologi filter air, ParagonCorp juga memperkuat akses air bersih melalui pembangunan belasan titik sumur bor di beberapa wilayah Aceh Tamiang yang terdampak bencana.

Kehadiran sumur bor ini melengkapi sistem penyediaan air bersih yang telah ada sehingga masyarakat di berbagai titik dapat memperoleh sumber air yang lebih mudah dijangkau.

Kolaborasi Industri dan Perguruan Tinggi

Director of Corporate Affairs ParagonCorp, Astri Wahyuni, menyampaikan bahwa kolaborasi antara dunia industri dan perguruan tinggi memiliki peran penting dalam menghadirkan solusi yang memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

“Akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat penting bagi kualitas hidup masyarakat. Melalui kolaborasi dengan ITB dan DPMK ITB, kami berharap teknologi filter air ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Aceh Tamiang,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Ia menambahkan, upaya tersebut juga dilengkapi dengan pembangunan beberapa titik sumur bor agar semakin banyak warga dapat merasakan manfaat akses air bersih.

Dalam kegiatan serah terima filter air tersebut, ParagonCorp diwakili oleh Neli Rahmawati selaku Corporate Communication ParagonCorp dan Dwi Eliani dari Corporate Social Responsibility ParagonCorp. Sementara dari pihak ITB diwakili oleh Direktur Humas ITB, Laila Arif.

Menurut Laila Arif, kolaborasi tersebut merupakan bentuk komitmen menghadirkan inovasi teknologi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Melalui pengembangan sistem filtrasi air ini, ITB berharap ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan di lingkungan kampus dapat berkontribusi dalam menjawab kebutuhan nyata masyarakat, khususnya dalam penyediaan akses air bersih,” ujarnya.

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan sektor industri ini diharapkan dapat terus dikembangkan untuk menghadirkan solusi berbasis teknologi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.(*)

Editor : Hendra Efison
#ParagonCorp #Desa Sukajadi Aceh Tamiang #teknologi filter air ITB #air bersih Aceh Tamiang