Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Swasembada Beras 2026: KAMMI Nilai Dukungan Anggaran Pertanian Harus Ditingkatkan

Heri Sugiarto • Minggu, 15 Maret 2026 | 19:13 WIB

Aktivitas petani di area persawahan yang menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.(Foto: Humas)
Aktivitas petani di area persawahan yang menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan produksi pangan nasional.(Foto: Humas)
PADEK.JAWAPOS.COM-Sektor pertanian Indonesia kembali menunjukkan peran strategisnya di tengah ketidakpastian pangan global. Saat sejumlah negara mengalami tekanan produksi dan fluktuasi harga komoditas, IndonesiaIndonesia justru mencatat capaian penting melalui keberhasilan mencapai swasembada beras pada tahun 2026.

Capaian ini mendapat perhatian dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI)Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia yang menilai keberhasilan tersebut harus diikuti dengan penguatan anggaran pertanian secara berkelanjutan.

Dorongan KAMMI untuk Penguatan Anggaran Pertanian

Ketua Umum PP KAMMI, Ahmad Jundi KhalifatullahAhmad Jundi Khalifatullah menegaskan bahwa dukungan fiskal yang memadai merupakan fondasi utama keberlanjutan produksi pangan nasional.

Ia menyampaikan bahwa alokasi anggaran bagi Kementerian PertanianKementerian Pertanian memiliki dampak langsung terhadap kehidupan petani dan stabilitas pangan nasional.

Menurut Jundi, capaian swasembada beras tidak lepas dari efektivitas pengelolaan sumber daya pemerintah.

Ia mengapresiasi kinerja Menteri Pertanian Andi Amran SulaimanAndi Amran Sulaiman yang dinilai mampu memaksimalkan pemanfaatan anggaran sehingga Indonesia mampu memenuhi kebutuhan beras secara mandiri pada tahun ini.

Jundi menyatakan bahwa keberhasilan tersebut sekaligus menunjukkan perlunya dukungan anggaran yang semakin kuat.

Ia menegaskan bahwa tidak ada alasan bagi negara untuk mengurangi atau menahan alokasi dana bagi sektor pertanian, terutama ketika program-program strategis membutuhkan pembiayaan yang cukup.

Kebutuhan Dukungan Anggaran untuk Pembangunan Pertanian

Dalam pernyataannya, Jundi menjelaskan bahwa berbagai program pembangunan sektor pertanian sangat bergantung pada dukungan pendanaan pemerintah.

Modernisasi alat dan mesin pertanian, peningkatan produktivitas lahan, serta penyediaan pupuk bersubsidi yang tepat sasaran disebut sebagai faktor yang tidak dapat berjalan optimal tanpa dukungan anggaran yang memadai.

Menurut Jundi, pembiayaan yang kuat akan mempercepat pencapaian target pembangunan pertanian nasional sekaligus menjaga keberlanjutan program yang sudah berjalan.

Ia menekankan bahwa pencapaian swasembada beras seharusnya menjadi momentum memperbesar dukungan kepada kementerian terkait, bukan sebaliknya.

Kontribusi Sektor Pertanian terhadap Perekonomian

Selain keberhasilan mencapai swasembada beras, sektor pertanian juga mencatat kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.

Kontribusinya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 5,74 persen, menjadi angka tertinggi dalam 25 tahun terakhir. Jundi menilai capaian tersebut menunjukkan semakin pentingnya sektor pertanian dalam struktur ekonomi nasional.

KAMMI memandang bahwa ketahanan pangan tidak hanya menyangkut aspek ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan stabilitas sosial dan keberlanjutan masa depan bangsa.

Oleh karena itu, sektor pertanian harus ditempatkan sebagai prioritas dalam kebijakan pembangunan nasional, termasuk dalam hal penguatan anggaran.

Dalam penutup pernyataannya, Jundi menegaskan pentingnya menjaga kesinambungan kebijakan untuk memastikan ketahanan pangan Indonesia dapat berlanjut dalam jangka panjang.

Ia menyebut bahwa dukungan anggaran yang kuat menjadi kunci agar upaya pencapaian swasembada di berbagai komoditas tidak berhenti pada slogan, melainkan benar-benar terwujud di lapangan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#anggaran pertanian #kammi #ketahanan pangan #Swasembada beras 2026 #andi amran sulaiman #Ahmad Jundi Khalifatullah #kementerian pertanian