Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Produktivitas Padi Majalengka Tembus 11,5 Ton/Ha, Perkuat Stok Beras Nasional 2026

Heri Sugiarto • Rabu, 18 Maret 2026 | 16:05 WIB

Petani memanen padi pada panen raya di Kabupaten Majalengka yang mencatatkan produktivitas hingga 11,5 ton per hektare.(Foto: IST)
Petani memanen padi pada panen raya di Kabupaten Majalengka yang mencatatkan produktivitas hingga 11,5 ton per hektare.(Foto: IST)
PADEK.JAWAPOS.COM-Panen raya di Kabupaten Majalengka, Jawa Barat mencatatkan produktivitas padi tinggi hingga 11,5 ton per hektare.

Capaian ini menjadi bagian dari tren peningkatan produksi nasional yang berkontribusi pada penguatan ketersediaan dan stok beras tahun 2026.

Panen Raya Catat Hasil Tinggi di Dua Lokasi

Hasil ubinan di sejumlah titik produksi menunjukkan tren menggembirakan. Di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati, lahan milik H. Sawir Wirahandi dengan varietas Jangkar menghasilkan 10,78 ton per hektare Gabah Kering Panen (GKP).

Sementara itu, di Desa Leuweunggede, Kecamatan Jatiwangi, lahan seluas 36 hektare milik Agus Mulyana dengan varietas Inpari 32 mencatatkan hasil ubinan 7,2 kilogram atau setara 11,5 ton per hektare GKP.

Produktivitas tinggi tersebut mencerminkan peningkatan kinerja budidaya di tingkat petani, seiring program pemerintah dalam penyediaan sarana produksi, perbaikan tata kelola budidaya, serta pendampingan intensif di sentra produksi.

Saat ini harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani berada di kisaran Rp7.500–Rp7.800 per kilogram, memberikan nilai tambah ekonomi bagi petani.

Pemerintah Tegaskan Kondisi Pangan Nasional Aman

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa capaian produksi dari berbagai daerah, termasuk Majalengka, menjadi faktor penting dalam menjaga ketahanan pangan nasional.

“Kementerian Pertanian memastikan kondisi pangan nasional, khususnya beras, dalam posisi aman. Produksi saat ini berada di atas kebutuhan konsumsi nasional sehingga stok tetap terjaga,” ujarnya.

Keterangan tersebut sejalan dengan data dari Badan Pusat Statistik yang menunjukkan bahwa luas panen Februari–April 2026 diperkirakan mencapai 3,92 juta hektare.

Potensi produksi beras pada kuartal I 2026 ditaksir mencapai 10,16 juta ton, meningkat 15,79 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya.

Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan, produksi yang berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton per bulan memastikan stok beras nasional berada dalam kondisi surplus.

Optimalisasi Panen Raya untuk Jaga Stok Beras

Pemerintah terus mengoptimalkan momentum panen raya di berbagai wilayah melalui percepatan penyerapan hasil, penguatan sistem distribusi, serta stabilisasi harga di tingkat petani.

Upaya tersebut diharapkan tidak hanya menjaga ketersediaan beras, tetapi juga memperkuat cadangan pangan nasional secara berkelanjutan.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#andi amran sulaiman #Harga Gabah 2026 #stok beras nasional 2026 #panen raya majalengka