Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

SEAFA Resmi Terbentuk di Bali, Pupuk Indonesia Pimpin Kolaborasi Produsen Pupuk ASEAN

Heri Sugiarto • Kamis, 2 April 2026 | 16:45 WIB
Direktur Utama Rahmad Pribadi bersama perwakilan Petronas Chemicals Group dan Brunei Fertilizer Industries saat deklarasi pembentukan Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA) dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference di Bali, Rabu (1/4/2026).(Foto: Corcom PI)
Direktur Utama Rahmad Pribadi bersama perwakilan Petronas Chemicals Group dan Brunei Fertilizer Industries saat deklarasi pembentukan Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA) dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference di Bali, Rabu (1/4/2026).(Foto: Corcom PI)

PADEK.JAWAPOS.COM-PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Petronas Chemicals Group Berhad dan Brunei Fertilizer Industries resmi membentuk asosiasi produsen pupuk Asia Tenggara bernama Southeast Asia Fertilizer Association (SEAFA).

Deklarasi dilakukan dalam rangkaian Argus Fertilizer Asia Conference pada Rabu (1/4/2026) di Bali. Pembentukan asosiasi ini bertujuan memperkuat kerja sama antar produsen pupuk di ASEAN guna menjaga ketahanan pangan regional dan meningkatkan peran industri pupuk di tingkat global.

Pembentukan SEAFA untuk Ketahanan Pangan Regional

SEAFA dibentuk sebagai respons terhadap tantangan sektor pertanian dan ketahanan pangan yang semakin kompleks di kawasan Asia Tenggara. Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menyatakan bahwa pembentukan asosiasi ini merupakan langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang kawasan.

Menurutnya, kolaborasi antar produsen pupuk diperlukan untuk meningkatkan kualitas informasi, kesadaran, serta tanggung jawab bersama dalam menghadapi dinamika sektor pertanian.

Rahmad juga menyoroti meningkatnya ketegangan geopolitik global, khususnya di kawasan Timur Tengah, yang berdampak pada rantai pasok pupuk. Kondisi tersebut menuntut adanya sinergi regional guna memastikan ketersediaan pasokan pupuk tetap terjaga.

“Seiring dinamika global yang terus berkembang, ditandai oleh rantai pasok yang volatil dan pergeseran kebutuhan energi yang berdampak pada sektor pertanian, penting bagi kita untuk terus bergerak adaptif. Hal ini penting untuk menjaga kelincahan, sekaligus memastikan setiap langkah tetap berpijak pada prinsip yang kita pegang,” kata Rahmad.

Dampak bagi Industri Pupuk Indonesia

Kerja sama melalui SEAFA diharapkan memberikan dampak positif bagi industri pupuk nasional. Indonesia berpeluang memperluas akses terhadap pengembangan teknologi industri, meningkatkan kapasitas produksi, serta memperkuat rantai pasok pupuk.

Langkah ini juga ditujukan untuk menjaga ketersediaan pupuk bagi sektor pertanian nasional dan meningkatkan daya saing industri pupuk Indonesia di tingkat regional maupun global.

Selain itu, SEAFA diharapkan menjadi wadah berbagi pengetahuan dan inovasi, termasuk dalam praktik produksi berkelanjutan, pengembangan teknologi rendah karbon, serta digitalisasi rantai pasok pupuk.

Struktur Organisasi dan Keanggotaan Awal

Pada tahap awal, SEAFA didirikan oleh tiga produsen pupuk utama di Asia Tenggara, yaitu Pupuk Indonesia dari Indonesia, Petronas Chemicals Group dari Malaysia, dan Brunei Fertilizer Industries dari Brunei Darussalam.

Dalam kesepakatan tersebut, Brunei Darussalam ditetapkan sebagai lokasi kantor sekretariat utama asosiasi. Pupuk Indonesia ditunjuk sebagai Chairman pertama SEAFA, sementara Petronas Chemicals Group menjabat sebagai Co-Chairman.

Posisi ketua asosiasi akan dipilih secara bergilir dengan masa jabatan selama satu tahun. Ke depan, SEAFA terbuka untuk memperluas keanggotaan dengan melibatkan lebih banyak produsen pupuk dari negara-negara ASEAN lainnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pertanian Sudaryono menegaskan pentingnya kolaborasi antar negara dalam menjaga ketahanan pangan di tengah dinamika geopolitik global.

“Kita ingin relasi ini kita bangun dengan baik, bukan hanya kebutuhan sesaat. Pupuk ini bukan hanya urusan industri pupuk, tetapi juga berkaitan dengan ketahanan pangan. Sehingga, kita tidak bisa (berjalan) sendiri-sendiri, kita harus kolaborasi (antar negara),” katanya.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#SEAFA #ketahanan pangan ASEAN #industri pupuk Asia Tenggara #Petronas Chemicals Group #pupuk indonesia