Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Mentan Amran Percepat 5 Strategi Mitigasi El Nino: Targetkan Stok Pangan 5 Juta Ton

Heri Sugiarto • Kamis, 2 April 2026 | 19:43 WIB
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan air pada periode kritis April-Juni 2026 guna menjaga swasembada pangan di tengah tantangan El Nino. (Foto: Dok. Kementan)
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menekankan pentingnya optimalisasi pemanfaatan air pada periode kritis April-Juni 2026 guna menjaga swasembada pangan di tengah tantangan El Nino. (Foto: Dok. Kementan)

PADEK.JAWAPOS.COM-Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menginstruksikan percepatan implementasi lima strategi utama guna memitigasi dampak El Nino yang diprediksi mengancam produktivitas pertanian.

Langkah taktis ini difokuskan pada periode kritis April hingga Juni 2026 demi menjaga stabilitas dan keberlanjutan swasembada pangan nasional.

Dalam Rapat Koordinasi Antisipasi Kemarau 2026 di Kantor Pusat Kementerian Pertanian, Kamis (2/4/2026), Mentan menegaskan bahwa peringatan dari BMKG mengenai potensi kekeringan harus disikapi dengan langkah strategis di lapangan.

“Sesuai dengan peringatan dari BMKG bahwasanya ada El Nino, ini cukup mengkhawatirkan. Ini perlu kita melakukan langkah-langkah strategis dan percepatan,” kata Mentan Amran.

Saat ini, stok pangan nasional tercatat berada di angka 4,4 juta ton dan ditargetkan menembus 5 juta ton pada akhir bulan ini.

“Kepada teman-teman Saya ucapkan terima kasih, sekarang ini capaian kita, stok kita hari ini 4,4 juta ton, insya Allah bulan ini bisa mencapai 5 juta ton. Ini berkat kerja keras kita semua,” ungkapnya.

Lima Strategi Utama Hadapi Kekeringan

Strategi pertama yang dijalankan adalah pemetaan wilayah rawan kekeringan serta penguatan sistem peringatan dini agar antisipasi lebih tepat sasaran.

Kedua, pemerintah mengoptimalkan pengelolaan air melalui rehabilitasi irigasi, pemanfaatan embung, serta penguatan sistem pompanisasi dan perpipaan di berbagai wilayah terdampak.

Langkah ketiga difokuskan pada percepatan tanam, khususnya di wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat yang masih memiliki potensi air. Petani didorong menggunakan varietas unggul yang tahan kekeringan serta berumur genjah.

Keempat, dilakukan optimalisasi lahan (oplah) rawa dan pemanfaatan lahan cetak sawah agar segera ditanami tanpa jeda untuk mengejar target produksi.

Strategi kelima adalah memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, daerah, TNI, serta pemangku kepentingan terkait.

Mentan menekankan bahwa keberhasilan mitigasi sangat bergantung pada kecepatan gerak di lapangan selama periode April-Juni yang menjadi titik kritis penentu stabilitas produksi.

”Kita manfaatkan masih ada musim hujan khususnya Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat. Tolong dilakukan percepatan daerah-daerah yang masih ada hujan. Kemudian oplah lahan rawa dipercepat, cetak sawah yang sudah dibangun segera tanam, pompanisasi dan irpom digerakkan,” jelasnya.

Instruksi Percepatan dan Dukungan Anggaran

Mentan Amran juga meminta para Kepala Dinas di seluruh Indonesia untuk segera mengusulkan kebutuhan irigasi perpompaan (irpom) secara daring. Hal ini dilakukan agar kementerian dapat melakukan penyesuaian dan pergeseran anggaran secara cepat guna mendukung penyediaan pompa di daerah-daerah yang membutuhkan.

Melalui kolaborasi lintas sektor yang melibatkan penyuluh dan petani, pemerintah optimistis swasembada pangan dapat dipertahankan secara konsisten. Aksi nyata di lapangan dipandang sebagai kunci utama untuk menghadapi tantangan iklim global sekaligus menyejahterakan petani di tengah kondisi ekonomi dunia yang dinamis.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Mentan Amran Sulaiman #El Nino 2026 #Mitigasi Kekeringan #Pompanisasi #stok pangan nasional