PADEK.JAWAPOS.COM – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak seluruh anggota Laskar Merah Putih (LMP) untuk bersama-sama mengawal agenda swasembada pangan dan kedaulatan pangan nasional yang menjadi program Presiden Prabowo Subianto.
Ajakan tersebut disampaikan Mentan Amran saat menghadiri Silaturahmi Nasional Laskar Merah Putih di Jakarta, Sabtu, 13 Juni 2026.
Di hadapan pengurus dan anggota LMP dari berbagai daerah, Amran yang juga menjabat sebagai Dewan Pembina LMP menyebut capaian sektor pertanian saat ini merupakan hasil kerja bersama berbagai elemen bangsa.
Menurut Amran, perjuangan mewujudkan kemandirian pangan merupakan tanggung jawab seluruh anak bangsa yang harus dijaga bersama.
“Selama Laskar Merah Putih ada di sisi kami, kami tidak akan mundur. Ini bukan pekerjaan saya sendiri, tetapi pekerjaan kita semua sebagai anak bangsa untuk menjaga Merah Putih dan mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan,” ujar Amran.
Amran mengatakan sejumlah capaian sektor pertanian dalam dua tahun terakhir menjadi bagian dari upaya menuju kemandirian pangan nasional. Saat ini, stok beras pemerintah mencapai sekitar 5,2 juta ton.
“Sejak republik ini berdiri, inilah stok beras tertinggi yang kita miliki. Tapi ini bukan karena satu orang, melainkan hasil kerja bersama seluruh anak bangsa, TNI, Polri, pemerintah daerah, petani, dan semua pihak yang mencintai Indonesia,” katanya.
Selain itu, Amran menyampaikan Nilai Tukar Petani (NTP) pada Mei 2026 tercatat sebesar 127,73. Ia menyebut capaian tersebut menunjukkan penguatan sektor pangan yang terus dilakukan pemerintah.
Meski demikian, Amran mengakui berbagai upaya perbaikan sektor pertanian juga dihadapkan pada kritik dan gangguan dari pihak-pihak yang selama ini menikmati ketergantungan impor.
“Banyak yang tidak senang ketika Indonesia kuat. Dulu Indonesia menjadi pasar besar bagi pangan dunia. Tetapi sekarang kita ingin berdiri di atas kaki sendiri. Karena itu kita tidak boleh mundur hanya karena kritik. Kalau kritiknya konstruktif, itu tanda cinta kepada bangsa ini,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Amran juga memaparkan sejumlah program strategis pemerintah untuk meningkatkan produksi pangan, mulai dari optimasi lahan, rehabilitasi irigasi hingga program cetak sawah di berbagai wilayah Indonesia.
Menurutnya, pengembangan lahan sawah tidak hanya dilakukan di Merauke, tetapi juga di Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, serta sejumlah daerah lain yang memiliki potensi mendukung produksi pangan nasional.
“Merauke hanya sebagian kecil. Yang terbesar justru ada di Sumatera Selatan dan sejumlah wilayah lainnya. Semua ini untuk meningkatkan produksi dan kesejahteraan masyarakat. Lahan yang dikelola adalah milik rakyat dan hasilnya untuk rakyat,” tegasnya.
Amran menilai upaya mewujudkan swasembada pangan membutuhkan keberanian dan konsistensi. Karena itu, ia meminta seluruh elemen masyarakat, termasuk Laskar Merah Putih, ikut mengawal berbagai program strategis pemerintah.
“Yang paling sulit setelah merebut kemerdekaan adalah mengisi kemerdekaan. Kita harus menjaga agar bangsa ini mandiri dan berdaulat. Siapa pun nanti yang memimpin, agenda kedaulatan pangan harus terus dikawal,” katanya.
Pada kesempatan yang sama, Amran juga menegaskan komitmennya untuk memberantas praktik mafia pangan yang merugikan petani dan masyarakat.
“Kami tidak akan memberi ruang bagi mafia yang mempermainkan rakyat. Kalau ada yang merugikan petani dan bangsa ini, akan kami tindak. Kami tidak akan mundur,” tegasnya.
Amran menyatakan Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi kekuatan pangan dunia. Ia mengajak seluruh komponen bangsa mengawal agenda kemandirian pangan yang tengah dijalankan pemerintah.
“Mimpi besar Presiden adalah seluruh pulau di Indonesia mandiri pangan. Pangan aman, protein tercukupi, dan kesejahteraan petani meningkat. Karena itu, mari kita kawal bersama. Ini bukan semata program pemerintah, tetapi perjuangan seluruh rakyat Indonesia,” tutupnya. (*)
Editor : Heri Sugiarto