KARO, PADEK.JAWAPOS.COM— Sebanyak 650 warga yang sebelumnya mengungsi akibat erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo mulai dipulangkan ke desa mereka setelah aktivitas visual gunung api tersebut belum menunjukkan peningkatan signifikan.
Pemulangan warga dilakukan pada Senin (7/9/2026), menyusul rekomendasi terbaru Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) terkait kondisi Gunung Sinabung.
Berdasarkan rekomendasi tersebut, radius 3 kilometer dari puncak Gunung Sinabung tetap menjadi zona yang harus dihindari. Sementara itu, radius sektoral ke arah selatan-tenggara dikurangi dari sebelumnya 6 kilometer menjadi 5 kilometer.
Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar dimulainya pemulangan warga yang sebelumnya berada di lokasi pengungsian. Meski demikian, masyarakat tetap diminta memperhatikan ketentuan zona yang masih harus dihindari.
Pertamina Salurkan Bantuan untuk Warga dan Satgas
Seiring dimulainya proses pemulangan, dukungan pemulihan juga dilakukan berbagai pihak. Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak dan Tim Satuan Tugas (Satgas) yang mendukung pelaksanaan dapur umum.
Bantuan tersebut disalurkan melalui kantor Dinas Sosial Kabupaten Karo pada Senin (7/9/2026).
Bantuan yang diberikan antara lain paket sembako, kebutuhan ibu dan anak, kebutuhan Satgas, serta extra fooding bagi Tim Satgas yang terlibat dalam penanganan pascaerupsi.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Karo Dapatkita Sinulingga mengapresiasi dukungan Pertamina dalam proses pemulihan tersebut.
“Terima kasih kepada Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut yang telah memberikan bantuan, tidak hanya kepada masyarakat terdampak tapi juga memberikan perhatian kepada Tim Satgas yang telah bekerja penuh untuk masyarakat,” ujar Dapatkita.
Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti dalam mendukung proses penanganan masyarakat terdampak erupsi Gunung Sinabung.
Pemulihan Pascabencana Terus Didorong
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut Pertamina Patra Niaga Fahrougi Andriani Sumampouw mengatakan bantuan diberikan untuk mendukung kebutuhan masyarakat yang sebelumnya mengungsi serta Tim Satgas.
“Hari ini kita menyalurkan bantuan untuk kebutuhan masyarakat terdampak yang sebelumnya mengungsi dan juga Tim Satgas. Masyarakat sudah mulai kembali ke rumah masing-masing, semoga bantuan yang diberikan dapat membantu proses pemulihan pascaerupsi Gunung Sinabung pekan lalu,” kata Fahrougi.
Ia mengatakan dukungan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pertamina untuk hadir di tengah masyarakat, termasuk ketika terjadi kondisi kebencanaan di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pertamina, kata dia, tidak hanya berfokus pada distribusi energi, tetapi juga menjalankan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan kepada masyarakat.
“Kami berharap bantuan yang disalurkan dapat meringankan beban warga terdampak sekaligus memperkuat sinergi dan hubungan baik antara perusahaan, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.
Fahrougi menambahkan, pemulihan pascaerupsi membutuhkan dukungan berbagai pihak agar masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas secara bertahap.
Di sisi lain, kondisi Gunung Sinabung tetap menjadi perhatian. Dengan radius 3 kilometer dari puncak yang masih harus dihindari dan radius sektoral selatan-tenggara yang ditetapkan 5 kilometer, masyarakat perlu mengikuti rekomendasi dan perkembangan informasi dari pihak berwenang.
Pemulangan 650 warga dan dukungan bantuan untuk masyarakat serta Satgas menjadi bagian dari tahapan pemulihan setelah erupsi Gunung Sinabung pada pekan sebelumnya.(*)
Editor : Hendra Efison