Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Lebih 2.000 Orang Tewas akibat Gempa Maroko, Pemerintah Umumkan Hari Berkabung Nasional

Admin Padek • Minggu, 10 September 2023 | 14:00 WIB
Petugas penyelamat mencari korban selamat di rumah yang runtuh di Moulay Brahim, provinsi Al Haouz, pasca gempa bumi Maroko. (Foto oleh FADEL SENNA/AFP)
Petugas penyelamat mencari korban selamat di rumah yang runtuh di Moulay Brahim, provinsi Al Haouz, pasca gempa bumi Maroko. (Foto oleh FADEL SENNA/AFP)

PADEK.JAWAPOS.COM-Tim penyelamat bekerja tanpa kenal lelah mencari korban selamat di desa-desa pegunungan terpencil di Maroko setelah gempa bumi dahsyat mengguncang negara tersebut pada Jumat malam waktu setempat.




Gempa berkekuatan 6,8 skala Richter telah menewaskan lebih dari 2.012 orang dan melukai 2.059 lainnya, serta membuat banyak orang kehilangan tempat tinggal.




Berdasarkan informasi USGS, pusat gempa besar itu berada di kedalaman 18,5 km dan terjadi sekitar 72 km timur laut Marrakesh. Desa pegunungan Tafeghaghte, yang berada di dekat pusat gempa, mengalami kerusakan parah. Banyak bangunan tradisional yang terbuat dari batu bata tanah liat tidak mampu bertahan.




Tiga hari berkabung nasional telah diumumkan oleh pemerintah sebagai penghormatan terhadap korban.




Raja Maroko Mohammed VI telah memerintahkan angkatan bersenjata untuk memobilisasi tim pencarian dan penyelamatan khusus serta rumah sakit lapangan bedah.




Di tengah puing-puing, warga seperti Omar Benhanna, 72 tahun, berbagi kisah tragis tentang kehilangan tiga cucunya dan ibu mereka dalam tragedi ini.




“Tiga cucu saya dan ibu mereka tewas. Mereka masih tertimbun reruntuhan,” kata Omar Benhanna kepada AFP. “Beberapa saat yang lalu, kami semua bermain bersama," tambahnya.




Pihak berwenang Maroko merespons dengan cepat meski menghadapi tantangan medan sulit. Lahcen Haddad, seorang senator Maroko dan mantan menteri, mengungkapkan langkah-langkah yang diambil untuk membantu korban.




“Pihak berwenang Maroko… membawa orang-orang ke rumah sakit di Marrakesh. Ada seruan untuk mendonorkan darah. Setelah gempa Al Hoceima pada tahun 2004, (pemerintah) menyusun rencana besar untuk melakukan intervensi cepat,” katanya kepada Al Jazeera.




Gempa juga merusak bangunan bersejarah di Marrakesh, termasuk Masjid Koutoubia yang terkenal. Warga Maroko bahkan mengunggah video kerusakan pada tembok merah yang mengelilingi kota tua, sebuah situs Warisan Dunia UNESCO.




Selain korban jiwa, dampak gempa juga mempengaruhi kehidupan sehari-hari. Pertandingan kualifikasi Piala Afrika melawan Liberia telah ditunda, dan Palang Merah bekerja keras untuk memberikan bantuan.




Angkatan bersenjata Maroko telah berkomitmen untuk menyediakan air minum, makanan, tenda, dan selimut kepada daerah yang terdampak. Tim penyelamat berjuang keras mengangkat puing-puing dengan harapan menemukan lebih banyak korban selamat di tengah kehancuran.(AFP/ajz)

Editor : Admin Padek
#palang merah #korban gempa maroko #raja maroko #Hari Berkabung nasional #gempa maroko