Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Korea Selatan Siap Suntik Likuiditas ke Pasar setelah Krisis Politik usai Pengumuman Darurat Militer

Suci Kurnia Putri • Rabu, 4 Desember 2024 | 15:14 WIB

Korea Selatan siap menyuntikkan likuiditas tak terbatas ke pasar.
Korea Selatan siap menyuntikkan likuiditas tak terbatas ke pasar.
PADEK.JAWAPOS.COM—Krisis politik yang dipicu oleh pengumuman darurat militer oleh Presiden Yoon Suk Yeol mulai mereda setelah langkah tersebut dibatalkan, namun dampak pada pasar keuangan Korea Selatan tetap terasa.

Berdasarkan data yang diperoleh dari Reuters pada Rabu (4/12/2024), Kementerian Keuangan negara itu mengumumkan bahwa mereka siap untuk mengerahkan likuiditas tanpa batas guna menstabilkan pasar yang terguncang setelah pengumuman darurat militer semalam.

Keputusan tersebut mengikuti pembicaraan darurat yang dilakukan oleh Menteri Keuangan Choi Sang-mok dan Gubernur Bank Korea Rhee Chang-yong serta pertemuan mendadak dewan bank sentral untuk menyetujui langkah penyelamatan pasar kredit.

Pengumuman tersebut datang setelah pasar keuangan Korea Selatan mengalami gejolak yang menyebabkan won terdepresiasi ke level terendah dalam beberapa tahun terakhir.

Meskipun pasar menunjukkan perbaikan dengan nilai tukar won yang menguat, serta saham yang memangkas sebagian kerugian, ketidakpastian politik jangka panjang tetap menghantui para investor.

Dalam langkah untuk menanggulangi potensi krisis lebih lanjut, pemerintah Korea Selatan menyatakan bahwa mereka akan menyuntikkan likuiditas tanpa batas ke pasar saham, obligasi, pasar uang jangka pendek, dan pasar valuta asing (valas) untuk sementara waktu hingga semuanya kembali stabil.

Selain itu, Bank of Korea (BOK) memulai operasi repo khusus untuk lembaga keuangan lokal guna memastikan kelancaran pasar, sembari melonggarkan kebijakan agunan dengan menerima surat utang bank dari badan usaha milik negara.

Langkah-langkah ini menjadi krusial setelah pengumuman darurat militer oleh Yoon yang sempat membuat pasar keuangan Korea Selatan terkejut.

Bahkan, para pedagang valuta asing menduga adanya intervensi besar-besaran oleh pihak berwenang yang menjual dolar untuk meredakan penurunan nilai won.

Sebagai dampak dari kebijakan darurat, saham Korea Selatan mengalami penurunan sebesar 2%, dengan saham-saham besar seperti Samsung Electronics dan LG Energy Solution turut mengalami kerugian.

Dalam perkembangan lain, parlemen Korea Selatan dengan suara bulat mengeluarkan mosi yang mewajibkan pencabutan darurat militer tersebut, yang disetujui pada pagi Rabu.

Namun, meskipun langkah darurat telah dicabut, ketegangan politik yang terjadi dan langkah-langkah yang diambil untuk menjaga stabilitas pasar tetap menjadi perhatian besar bagi investor dan masyarakat Korea Selatan.

Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan Intensitas Sedang-Lebat di Sumatera Barat pada 5 Desember

Pemerintah dan bank sentral kini menghadapi tantangan besar untuk menstabilkan ekonomi dan memastikan agar ketidakpastian politik tidak semakin memperburuk kondisi pasar (*)

Editor : Adetio Purtama
#Presiden Yoon Suk Yeol #korea selatan #Darurat militer Korea Selatan #krisis korea #likuiditas