Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gelombang Dahsyat Setinggi 4 Meter Hantam Pantai Ekuador dan Peru, Dua Orang Tewas

Heri Sugiarto • Selasa, 31 Desember 2024 | 02:14 WIB

Ombak menyebabkan banyak perahu nelayan dan awaknya terdampar di laut.(Foto: Reuters)
Ombak menyebabkan banyak perahu nelayan dan awaknya terdampar di laut.(Foto: Reuters)
PADEK.JAWAPOS.COM-Ekuador dan Peru dilanda gelombang dahsyat setinggi 4 meter yang menewaskan dua orang di wilayah Manta, barat daya Ekuador, Sabtu (30/12).

Gelombang ekstrem tersebut memaksa otoritas menutup banyak pelabuhan dan menyebabkan kerusakan besar.

Sekretaris Manajemen Risiko Ekuador, Jorge Carillo, menyebut insiden ini sebagai peristiwa ekstrem dan memperingatkan kemungkinan gelombang lanjutan. "Sayangnya, kami mengalami dua kematian," ujarnya.

Di Peru, Kepala Departemen Oseanografi Angkatan Laut, Enrique Varea, mengungkapkan bahwa hampir semua pelabuhan telah ditutup akibat hantaman ombak yang terus berlanjut.

"Kami memperkirakan gelombang ini akan mereda dan kembali normal pada awal Januari," katanya.

Kerusakan dan Evakuasi Meluas
Di Callao, wilayah pelabuhan utama Peru, otoritas setempat menutup beberapa pantai dan melarang kapal wisata serta nelayan berlayar.

Gambar dari media lokal menunjukkan dermaga, alun-alun, dan area pemukiman terendam sehingga memaksa warga mengungsi ke tempat aman.

"Yang paling terkena dampak adalah para nelayan. Ini akan berdampak besar pada ekonomi lokal," kta Wali Kota La Cruz, Roberto Carrillo Zavala, yang meninjau kerusakan dari helikopter bersama Menteri Pertahanan Peru, Walter Astudillo Chavez seperti dilansir dari ABC News.

Kehilangan Besar di Sektor Perikanan
Banyak perahu nelayan rusak, dan ratusan lainnya masih terjebak di laut.

"Kami kehilangan sekitar 100 perahu. Saya berusia 70 tahun, dan belum pernah melihat ombak sekuat ini," ungkap seorang nelayan kepada TV Peru.

Sebanyak 31 nelayan berhasil diselamatkan oleh Angkatan Laut Peru, sementara sekitar 180 lainnya masih berjuang di laut.

Wali Kota Canoas de Punta Sal, Javier Pazo, memperkirakan ribuan orang terdampar di wilayahnya.

Peringatan Otoritas dan Dampak Perubahan Iklim
Kepala Unit Pertahanan Sipil Callao, Larry Linch mengaitkan fenomena ini dengan perubahan iklim. "Perubahan iklim berada di balik gelombang anomali seperti ini," ujarnya.

Di Chili, gelombang besar juga menghantam pantai di Vina del Mar, dan memicu peringatan dari pihak berwenang. "Fenomena ini diperkirakan berlangsung hingga 1 Januari," menurut Pusat Operasi Darurat Nasional Peru.(AFP/Reuters)

Editor : Heri Sugiarto
#fenomena alam #gelombang tinggi 4 meter #ekuador #kerusakan pantai #peru #nelayan terbawa ombak #korban tewas #perubahan iklim