Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Gencatan Senjata Israel-Hamas di Gaza Mulai Berlaku Minggu Pagi 19 Januari 2025

Heri Sugiarto • Sabtu, 18 Januari 2025 | 16:35 WIB

UNICEF melaporkan bahwa sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, sekitar 35 anak Palestina tewas setiap hari akibat serangan Israel. (Foto: Al Jazeera)
UNICEF melaporkan bahwa sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, sekitar 35 anak Palestina tewas setiap hari akibat serangan Israel. (Foto: Al Jazeera)
PADEK.JAWAPOS.COM-Gencatan senjata antara Israel dan Hamas di Gaza, Palestina akan mulai berlaku pada pukul 08:30 pagi waktu setempat, Minggu (19/1/2025).

Seperti dilansir dari Al Jazeera, pengumuman tersebut disampaikan juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari.

Qatar bersama Amerika Serikat dan Mesir telah berperan aktif dalam upaya mediasi untuk mencapai kesepakatan perdamaian setelah berbulan-bulan proses diplomatik.

Keputusan ini diumumkan setelah lebih dari 460 hari perang yang telah menelan korban jiwa lebih dari 46.876 warga Palestina dan melukai lebih dari 110.642 orang.

Pada hari Jumat, kabinet Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyetujui kesepakatan gencatan senjata tersebut, yang kemudian diratifikasi oleh pemerintah Israel pada Sabtu pagi setelah pertemuan selama lebih dari enam jam.

Otoritas Israel telah merilis daftar terbaru 737 tahanan Palestina yang akan dibebaskan dalam fase pertama kesepakatan gencatan senjata.

Pembebasan ini, merupakan bagian dari pertukaran tahanan dengan 33 warga Israel yang ditahan di Gaza.

Tahap kedua pembebasan, yang akan mencakup prajurit pria, akan dinegosiasikan selama fase pertama kesepakatan.

Presiden Otoritas Palestina (PA), Mahmoud Abbas, menyatakan kesiapan pihaknya untuk mengambil alih tanggung jawab penuh di Gaza pasca-perang.

Pernyataan ini disampaikan menyusul pengumuman kesepakatan gencatan senjata antara Israel dan Hamas.

"Di bawah arahan Presiden Abbas, pemerintah Palestina telah menyelesaikan semua persiapan untuk mengambil tanggung jawab penuh di Gaza," demikian pernyataan resmi yang dirilis pada Jumat oleh kantor kepresidenan PA.

Tanggung jawab tersebut meliputi pemulangan warga yang terlantar ke rumah mereka di Gaza, penyediaan layanan dasar, serta pengelolaan dan rekonstruksi wilayah yang hancur akibat perang.

Pernyataan tersebut, yang dipublikasikan oleh kantor berita Palestina, Wafa, juga mengulangi seruan pemerintah Abbas untuk gencatan senjata segera dan penarikan penuh pasukan Israel dari Jalur Gaza.

Gaza Masih Diserang

Meskipun gencatan senjata telah disepakati, kekerasan terus berlanjut. Sejak pengumuman kesepakatan pada Rabu (15/1/2025) malam, setidaknya 122 warga Palestina, termasuk 33 anak-anak dan 33 perempuan, tewas akibat serangan Israel.

Mayoritas korban tewas tercatat di Gaza City 92 orang, sementara 19 lainnya di Khan Younis, 10 di wilayah tengah Gaza, dan dua lagi di Rafah, selatan Gaza. Selain itu, lebih dari 270 orang terluka, menurut laporan dari layanan pertahanan sipil Gaza.

UNICEF melaporkan bahwa sejak dimulainya perang pada Oktober 2023, sekitar 35 anak Palestina tewas setiap hari akibat serangan Israel.

Sementara itu, serangan udara Israel masih berlangsung. Pada Sabtu pagi, serangan Israel menewaskan lima orang di daerah al-Mawasi, sebelah barat Khan Younis, dan serangan pesawat tak berawak juga melanda wilayah Tuffah di timur Kota Gaza, menewaskan tiga warga sipil.

Di Israel, sirene peringatan juga berbunyi di berbagai kota, termasuk Yerusalem dan Tel Aviv, sebagai tanda ancaman serangan dari Gaza. Warga Israel berlindung di tempat perlindungan selama serangan ini.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#hamas #Israel #tawanan perang #Pembebasan Tawanan #gencatan senjata Israel Hamas 2025 #korban perang #gencatan senjata mulai minggu pagi #palestina #gencatan senjata #gaza