Pesawat tanpa awak tersebut diberi nama Blue Ghost, yang tingginya sekitar 6,6 kaki (3 meter) dan lebarnya sekitar 11,5 kaki (3,5 m), merupakan wahana pendarat bulan pertama milik Firefly.
Blue Ghost telah mendarat di bulan pada pukul 08:34 GMT waktu setempat. Lokasi pendaratan berada di sisi terdekat bulan, tepatnya di formasi vulkanik kuno di Mare Crisium yang dikenal sebagai Mons Latreille, sebuah cekungan selebar lebih dari 300 mil yang terletak di kuadran timur laut sisi terdekat Bulan.
Perjalanan Blue Ghost dimulai pada 15 Januari 2025 ketika diluncurkan menggunakan roket SpaceX Falcon9. Wahana ini menempuh perjalanan sejauh 2,8 juta mil sebelum mencapai bulan.
Blue Ghost berhasil mendarat dengan posisi tegak dan stabil, berbeda dengan pendaratan sebelumnya oleh perusahaan Intuitive Machines yang mengalami kegagalan pada tahun 2024.
Tim Firefly Aerospace merayakan keberhasilan ini dengan penuh sukacita, dan CEO Firefly, Jason Kim, mengumumkan bahwa Blue Ghost berhasil mendarat stabil dan tegak.
NASA menyatakan bahwa pencapaian ini menunjukkan Instrumen ilmiah dan teknologi yang dikirim ke bulan akan membantu mempersiapkan eksplorasi manusia di masa depan.
Blue Ghost diluncurkan sebagai bagian dari inisiatif Commercial Lunar Payload Services (CLPS) NASA. Misi ini bertujuan untuk mendukung program Artemis NASA dengan mengirimkan hampir selusin instrumen ilmiah dan eksperimen ke permukaan bulan.
Blue Ghost membawa 10 muatan NASA dalam misinya saat ini, yang disebut "Ghost Riders in the Sky." Instrumen ini dirancang untuk melakukan berbagai pekerjaan, mulai dari mempelajari tingkat radiasi di lokasi pendaratan hingga menguji cara baru dan lebih baik untuk mengumpulkan dan menyimpan sampel tanah dan batu bulan.
Instrumen yang dibawa oleh Blue Ghost termasuk analisis tanah bulan, pengujian sistem navigasi satelit, dan dokumentasi serta fotografi gerhana bulan.
Pendaratan Blue Ghost di bulan merupakan pencapaian bersejarah bagi Firefly Aerospace dan NASA. Misi ini tidak hanya mendukung program Artemis NASA tetapi juga menunjukkan kemampuan perusahaan swasta dalam eksplorasi antariksa.
Dengan membawa berbagai instrumen ilmiah, Blue Ghost akan memberikan wawasan berharga tentang lingkungan bulan dan mendukung eksplorasi manusia di masa depan. (*)
Editor : Adetio Purtama