Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Demonstrasi "Hands Off!!" Guncang Amerika: Setengah Juta Warga Protes Kebijakan Trump

M Algredi • Minggu, 6 April 2025 | 13:36 WIB

Ribuan warga AS padati kantor pemerintahan, demonstrasi memprotes kebijakan presiden Trump.  (foto: aol.com)
Ribuan warga AS padati kantor pemerintahan, demonstrasi memprotes kebijakan presiden Trump. (foto: aol.com)
PADEK.JAWAPOS.COM—Amerika Serikat belum tenang. Sejak 5 April 2025, gelombang demonstrasi besar-besaran bertajuk “Hands Off!!” terus mengguncang negeri Paman Sam.

Ribuan warga turun ke jalan di lebih dari 1.000 lokasi—dari Washington, D.C. hingga Los Angeles—menyuarakan penolakan atas sejumlah kebijakan kontroversial dari pemerintahan Presiden Donald Trump.

Aksi protes ini bukan sekadar kerumunan marah. Ini adalah respons luas terhadap langkah-langkah drastis di bawah pemerintahan Trump; pemangkasan besar-besaran tenaga kerja federal, rollback terhadap hak-hak imigran dan transgender, hingga rencana pemotongan anggaran bagi program-program vital seperti Social Security, Medicare, dan Medicaid.

Kebijakan Trump Dinilai Berpihak pada Elite

Para demonstran menilai kebijakan Trump sebagai bentuk “pengambilalihan kekuasaan oleh miliarder.” Mereka menuduh pemerintahan saat ini hanya melayani segelintir elite, dengan mengorbankan kaum minoritas, imigran, komunitas LGBTQ+, serta pekerja federal yang diberhentikan secara massal.

“Ini bukan soal politik, ini soal kemanusiaan,” ujar seorang pengunjuk rasa di Washington Monument. “Kami tidak akan tinggal diam saat hak-hak kami diambil satu per satu.”

Di Washington, D.C., lebih dari 12.000 orang memenuhi National Mall, menjadikannya pusat dari gerakan nasional ini. Di New York City, sekitar 10.000 demonstran tumpah ruah di Bryant Park, sementara Chicago mencatat lebih dari 8.000 peserta.

Di Pershing Square, Los Angeles, sekitar 7.000 orang ikut turun ke jalan. Boston pun tak ketinggalan—ribuan orang berkumpul di Boston Common membawa spanduk bertuliskan “Protect the People, Not the Powerful.”

Setengah Juta Orang Telah Mendaftar, Tensi Politik Memuncak

Menurut penyelenggara, lebih dari 500.000 orang telah mendaftarkan diri untuk bergabung dalam protes ini, menjadikannya salah satu gerakan massa terbesar sejak Trump kembali menjabat.

Demonstrasi ini dipimpin oleh aliansi organisasi akar rumput seperti Indivisible, Women’s March, dan MoveOn—kelompok-kelompok yang sebelumnya juga aktif dalam protes anti-Trump era pertama.

Di berbagai kota, jumlah peserta terus bertambah seiring meningkatnya kekhawatiran warga terhadap arah kebijakan pemerintah federal.

Baca Juga: Waspada Cuaca Ekstrem: BMKG Rilis Prakiraan Cuaca Sumatera Barat 6-8 April 2025

Gedung Putih Membantah, Menuding Adanya Campur Tangan Miliarder Demokrat

Di sisi lain, Gedung Putih melalui Asisten Sekretaris Pers Liz Huston angkat bicara. Ia membantah tudingan bahwa Presiden Trump berencana memotong program-program sosial seperti Medicaid dan Social Security.

“Presiden Trump tetap berkomitmen untuk melindungi program-program sosial bagi warga yang benar-benar membutuhkan,” ujar Huston dalam konferensi pers singkat.

Namun, ia juga menuding bahwa demonstrasi ini merupakan manuver politik yang didanai oleh “miliarder Demokrat” untuk menciptakan ketidakstabilan nasional.

Amerika di Persimpangan Jalan

Gelombang demonstrasi Hands Off!! menandai babak baru dalam dinamika politik Amerika. Di tengah sorotan tajam terhadap kebijakan Trump yang dinilai pro-elite dan anti-rakyat, jutaan warga Amerika kini mengambil sikap: menolak diam dan bersuara keras demi mempertahankan hak-hak mereka.

Satu hal pasti—jalan panjang menuju pemilu berikutnya kini dipenuhi gaung langkah kaki rakyat yang tak mau diredam. (*)

Editor : Hendra Efison
#protes kebijakan Trump #unjuk rasa AS 2025 #Demonstrasi Hands Off 2025