Kedatangannya disambut langsung oleh Presiden Turki, Recep Tayyip Erdogan di Bandar Udara Internasional Esenboga. Kunjungan ini bertujuan untuk mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Turki, serta membahas isu-isu strategis di tingkat global.
Presiden Erdogan menyambut Presiden Prabowo dalam upacara resmi di Istana Kepresidenan Turki, Acara ini mencakup inspeksi pasukan kehormatan, perkenalan delegasi antara kedua kepala negara.
Kedekatan personal antara Presiden Prabowo dan Presiden Erdogan terlihat jelas dalam momen penyambutan. Lagu kebangsaan Indonesia, "Hari Merdeka", diperdengarkan oleh marching band militer Turki, menciptakan suasana yang penuh kehangatan. Kedua pemimpin juga berbincang santai di ruang tunggu bandara sebelum melanjutkan agenda resmi.
Pada 10 April 2025, Presiden Prabowo dijadwalkan menyampaikan pidato di Gedung Parlemen Turki. Pidato ini akan dihadiri oleh anggota parlemen, pejabat tinggi, dan tamu undangan lainnya.
Dalam pidatonya, Presiden Prabowo akan menyoroti pentingnya kerja sama strategis antara Indonesia dan Turki di bidang geopolitik, geoekonomi, dan kebudayaan.
Kedua pemimpin akan mengadakan pertemuan bilateral untuk membahas kerja sama di berbagai sektor, termasuk industri, pendidikan dan teknologi. Beberapa nota kesepahaman (MoU) juga akan ditandatangani sebagai bentuk komitmen kerja sama strategis.
Setelah agenda di Ankara, Presiden Prabowo akan melanjutkan perjalanan ke Antalya untuk menghadiri Antalya Diplomacy Forum. Forum ini akan membahas isu-isu global seperti konflik di Gaza dan perang Rusia-Ukraina, di mana Presiden Prabowo dijadwalkan menjadi pembicara utama.
Kunjungan ini mencerminkan hubungan erat antara Indonesia dan Turki, yang terus berkembang di berbagai bidang. Dengan agenda yang padat dan strategis, diharapkan kunjungan ini dapat memperkuat kerja sama bilateral dan memberikan kontribusi positif terhadap stabilitas global. (*)
Editor : Adetio Purtama