Kejadian ini menjadi sorotan dunia, mengingat pentingnya kapal induk ini dalam operasi militer Amerika Serikat di Timur Tengah.
Awalnya Jet tempur tersebut sedang ditarik di hanggar kapal induk menggunakan traktor penarik. Proses ini merupakan bagian dari rutinitas untuk memindahkan pesawat ke lokasi parkir atau persiapan penerbangan.
Seorang Kru kapal menyaksikan kru lainnya kehilangan kendali atas pesawat, menyebabkan jet dan traktor jatuh ke laut.
Para pelaut segera mengambil tindakan untuk menjauh dari area insiden, memastikan keselamatan mereka sebelum pesawat jatuh.
Satu pelaut mengalami cedera ringan, tetapi personel lainnya berhasil ditemukan.
Jet tempur F/A-18E Super Hornet yang jatuh memiliki nilai sekitar 60 juta dolar, dan hingga saat ini belum ada keputusan apakah pesawat tersebut akan diangkat kembali dari lautan.
USS Harry S. Truman tetap melanjutkan misinya dengan skuadron 136 strike fighter, termasuk memberikan dukungan udara untuk operasi melawan kelompok Houthi di Yaman.
Investigasi sedang berlangsung untuk menentukan penyebab pasti insiden. Laporan awal menyebutkan bahwa kru kehilangan kendali atas pesawat saat proses penarikan.
Meskipun kejadian ini tidak mengganggu misi utama USS Harry S. Truman, namun insiden tersebut tetap menjadi perhatian serius bagi Angkatan Laut Amerika Serikat.(*)
Editor : Hendra Efison