Menariknya, meski berasal dari program studi non-fesyen, keduanya mampu bersaing dengan desainer muda dari seluruh Asia Tenggara. Dari 67 peserta yang ikut serta, tim Universitas Paramadina menjadi satu dari 15 finalis yang berhasil menembus babak akhir.
Didampingi oleh dua dosen pembimbing, Tasyrif Adnan, MDs, dan Farahiyah Inarah Putri, MA, perjalanan keduanya menjadi bukti bahwa keterbatasan latar belakang akademik bukan penghalang untuk menembus industri kreatif global, khususnya dunia fashion.
“Sebagai mahasiswa Desain Produk, saya memang tidak secara khusus belajar fashion. Tapi lewat dukungan dosen dan kampus, saya terdorong untuk menjelajahi bidang ini lebih dalam,” ungkap Anandya Yushara.
Baginya, kemenangan ini menjadi motivasi kuat untuk terus berkembang dan membuktikan bahwa mahasiswa desain produk juga punya potensi di panggung fashion internasional.
Senada, Syarifah Fatimah Zahra menyebut keikutsertaannya dalam IDeA 2025 sebagai pengalaman berharga yang membuka banyak wawasan.
“Bertemu peserta dari berbagai negara, bekerja dalam tim, dan menyesuaikan diri dengan berbagai tantangan membuat saya tumbuh. Meski belum jadi juara utama, peringkat keempat ini sudah sangat membanggakan,” ujarnya.
Kompetisi yang berlangsung selama dua hari tersebut menguji kemampuan desain, manajemen waktu, dan adaptasi teknis dari setiap peserta. Di tengah keterbatasan waktu persiapan, tim Paramadina tetap mampu menunjukkan performa optimal.
Tasyrif Adnan, salah satu dosen pembimbing, menyampaikan apresiasinya terhadap dedikasi mahasiswi bimbingannya. Ia menilai, capaian ini adalah sinyal kuat bahwa Universitas Paramadina memiliki potensi besar untuk mengembangkan program studi lintas disiplin, termasuk dalam bidang fashion.
“Ini bukan sekadar soal menang atau kalah. Yang utama adalah bagaimana mahasiswa mampu berpikir kritis, berkolaborasi, dan menghasilkan karya yang estetis sekaligus bermuatan budaya,” jelasnya.
Keikutsertaan dalam ajang International Design Award 2025 menjadi lebih dari sekadar kompetisi—ia adalah ruang pembelajaran lintas budaya, penguatan jejaring internasional, dan ajang pembuktian diri mahasiswa Indonesia di mata dunia.
Universitas Paramadina sendiri berkomitmen untuk terus mendukung mahasiswanya agar tampil di panggung global dan menjadi representasi dari generasi muda kreatif tanah air.(*)
Editor : Hendra Efison