Informasi ini dikonfirmasi oleh Layanan Geologi Kolombia (SGC), yang mencatat pusat gempa berada di kedalaman 10 kilometer dan berlokasi sekitar 17 kilometer timur laut Paratebueno, sebuah kota yang terletak sekitar 187 kilometer tenggara ibu kota, Bogota.
Menurut laporan masyarakat yang diterima SGC, gempa dirasakan di sebagian besar wilayah Kolombia.
Guncangan terjadi pada pukul 08.08 waktu setempat dan disusul oleh serangkaian gempa susulan dengan magnitudo berkisar antara 4 hingga 4,6 di area yang sama dalam beberapa menit berikutnya.
Unit Nasional Manajemen Risiko Bencana (UNGRD) melalui akun resmi di platform X menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan penilaian situasi di sejumlah kotamadya yang terdampak.
Warga di Bogota dilaporkan sempat berhamburan keluar dari gedung untuk mencari tempat aman saat gempa terjadi.
Beberapa gambar dan video yang beredar di media sosial menunjukkan situasi panik tersebut.
Sementara itu, rekaman dari daerah pedesaan memperlihatkan tidak adanya kerusakan serius yang terjadi.
Wali Kota Bogota, Carlos Galan, dalam pernyataan resminya melalui akun X, menyampaikan bahwa laporan awal menunjukkan tidak ada korban luka akibat gempa di wilayah Bogota.
Namun, beberapa warga sempat dilaporkan terjebak di lift maupun apartemen. “Satu orang mengalami serangan kecemasan dan sedang dibawa ke Rumah Sakit Sentral,” kata Galan.
Selain itu, terjadi tanah longsor di kawasan San Jorge, wilayah Uribe Uribe.
Beberapa kerusakan ringan dilaporkan terjadi pada fasad dan struktur bangunan, serta sejumlah trafo listrik mengalami kerusakan.
Akibatnya, sempat terjadi pemadaman listrik di beberapa titik, namun sebagian besar layanan telah berhasil dipulihkan.
“Laporan kerusakan di kota akan kami perbarui dalam beberapa waktu ke depan,” tambah Galan.
Kolombia terletak di Cincin Api Pasifik, kawasan yang dikenal aktif secara seismik dan vulkanik.
Kawasan tengah Kolombia, tempat gempa ini terjadi, memang merupakan zona rawan gempa.
Pada tahun 1999, wilayah ini pernah diguncang gempa berkekuatan magnitudo 6,2 yang menewaskan hampir 1.200 orang.
Pihak berwenang terus memantau perkembangan situasi dan mengimbau masyarakat tetap waspada serta mengikuti informasi resmi dari lembaga terkait.
"Semua layanan darurat di Bogota telah diaktifkan, dan penyisiran tengah dilakukan ke semua wilayah untuk memastikan kerusakan dan kebutuhan bantuan yang diperlukan," kata Galan.(*)
Editor : Heri Sugiarto