Macron menyatakan bahwa pengakuan tersebut akan diumumkan secara resmi pada Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada September mendatang.
“Sesuai dengan komitmen historis kami terhadap perdamaian yang adil dan abadi di Timur Tengah, saya telah memutuskan bahwa Prancis akan mengakui Negara Palestina,” tulis Macron.
Lebih lanjut, Macron menegaskan bahwa pengumuman pengakuan itu akan disampaikan secara khidmat di hadapan forum internasional PBB.
Langkah ini menjadikan Prancis sebagai negara terbesar dan paling berpengaruh di Eropa yang akan mengakui Palestina, menyusul langkah serupa yang diumumkan oleh Norwegia, Irlandia, dan Spanyol.
Saat ini, setidaknya 142 dari 193 negara anggota PBB telah mengakui atau menyatakan niat untuk mengakui Negara Palestina.
Beberapa negara Barat yang memiliki pengaruh besar seperti Amerika Serikat, Inggris, dan Jerman masih belum mengambil langkah tersebut.
Pengumuman Prancis datang di tengah meningkatnya kritik internasional terhadap perang yang sedang berlangsung di Jalur Gaza.
Sejauh ini, Israel dilaporkan telah menewaskan lebih dari 59.000 warga Palestina dan membatasi masuknya bantuan kemanusiaan, yang menyebabkan krisis kelaparan di wilayah tersebut.
Awal pekan ini, Prancis bersama Inggris, Australia, Kanada, dan 21 sekutu Israel lainnya menyampaikan kecaman terhadap pembatasan pengiriman bantuan ke Gaza dan tewasnya ratusan warga Palestina yang berusaha mendapatkan makanan.
Dalam pernyataan bersama yang disebut sebagai pernyataan paling signifikan dari negara-negara Barat, mereka menyatakan bahwa perang “harus diakhiri sekarang”.
Macron sebelumnya telah mengisyaratkan tekadnya untuk mengakui Palestina sebagai negara berdaulat.
Menteri Luar Negeri Prancis juga dijadwalkan menjadi tuan rumah konferensi PBB pekan depan yang membahas solusi dua negara untuk konflik yang telah berlangsung selama puluhan tahun.
Pemerintah Inggris menyatakan bahwa Perdana Menteri Keir Starmer akan melakukan koordinasi darurat melalui panggilan telepon bersama Prancis dan Jerman pada Jumat (25/7/2025), membahas situasi terkini di Gaza.
Starmer menyebut bahwa gencatan senjata di Gaza akan menjadi langkah awal menuju pengakuan Negara Palestina dan solusi dua negara yang menjamin perdamaian serta keamanan bagi warga Palestina dan Israel.
Dalam unggahan Kamis itu, Macron juga membagikan surat kepada Presiden Otoritas Palestina Mahmoud Abbas yang memuat niatnya untuk melakukan pengakuan tersebut.
Komitmen Hukum Internasional
Menanggapi surat itu, Deputi Abbas, Hussein al-Sheikh, menyambut langkah Macron.
“Posisi ini mencerminkan komitmen Prancis terhadap hukum internasional dan dukungannya atas hak rakyat Palestina untuk menentukan nasib sendiri dan membentuk negara merdeka,” kata al-Sheikh.
Kelompok Hamas juga menyambut baik pernyataan Macron, menyebutnya sebagai “langkah positif” dan menyerukan negara-negara lain untuk mengikuti langkah Prancis.
“Kami menganggap ini sebagai langkah positif menuju keadilan bagi rakyat Palestina yang tertindas dan mendukung hak sah mereka untuk menentukan nasib sendiri,” demikian pernyataan Hamas, dilansir Al Jazeera.
“Kami menyerukan kepada seluruh negara di dunia – terutama negara-negara Eropa dan mereka yang belum mengakui Negara Palestina – untuk mengikuti langkah Prancis,” tambahnya.(*)
Editor : Heri Sugiarto