Ledakan terdengar di kawasan Diplomatik Doha saat para pemimpin Hamas berkumpul membahas proposal gencatan senjata untuk Gaza.
Hamas memastikan para pemimpin utamanya selamat. Namun enam orang tewas, termasuk anak dan manajer kantor pemimpin Hamas Gaza, Khalil al-Hayya, serta seorang perwira keamanan Qatar.
Suhail al-Hindi, anggota biro politik Hamas kepada Al Jazeera mengatakan bahwa serangan Israel menargetkan tim negosiator Hamas yang sedang membahas usulan gencatan senjata dari Amerika Serikat.
Klaim Militer Israel
Militer Israel menyatakan bersama badan intelijen Shin Bet telah melakukan serangan terarah terhadap pimpinan Hamas di Qatar.
“Para pemimpin yang diserang bertanggung jawab langsung atas serangan 7 Oktober 2023 dan perang melawan Israel,” demikian pernyataan militer.
Israel menegaskan penggunaan senjata presisi dan informasi intelijen tambahan dilakukan untuk meminimalkan korban sipil.
Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu operasi independen yang dilakukan sepenuhnya oleh Israel. “Israel memulai, melaksanakan, dan bertanggung jawab atas serangan ini,” kata Benjamin Netanyahu.
Respons Amerika Serikat
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyebut serangan Israel di Doha sebagai insiden yang disayangkan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa Trump telah berbicara dengan emir dan perdana menteri Qatar, mengucapkan penyesalan, serta memastikan serangan serupa tidak akan terjadi lagi.
Leavitt menambahkan, AS menerima pemberitahuan dari Israel sebelum serangan, dan diplomat khusus Steve Witkoff disebut telah menghubungi pihak Qatar.
Bantahan Qatar
Sementara itu, Juru bicara Kementerian Luar Negeri Qatar, Majed al-Ansari, membantah klaim Gedung Putih.
“Pernyataan bahwa Qatar sudah diberi tahu sebelumnya sepenuhnya salah. Panggilan dari pejabat Amerika justru datang ketika ledakan akibat serangan Israel sudah terdengar di Doha,” ungkap al-Ansari.
Qatar Lapor ke PBB
Sheikha Alya Ahmed bin Saif Al Thani, perwakilan tetap Qatar di PBB, mengirim surat resmi kepada Dewan Keamanan. Ia menyebut Qatar tengah melakukan investigasi tingkat tinggi.
“Qatar tidak akan mentolerir perilaku agresif Israel yang merusak keamanan regional, dan tidak akan menerima tindakan apa pun yang menargetkan keamanan serta kedaulatannya,” tulis Sheikha Alya Ahmed.
Ia menegaskan, rincian lebih lanjut akan diumumkan dan Dewan Keamanan PBB akan terus menerima laporan perkembangan terbaru.
Reaksi Internasional
Hamas menyatakan serangan itu bertujuan menggagalkan negosiasi gencatan senjata dan pertukaran tahanan.
Qatar mengecamnya sebagai pelanggaran hukum internasional. Mesir juga mengutuk, dan menyebutnya sebagai serangan langsung terhadap kedaulatan Qatar.
Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan semua pihak harus berupaya menuju gencatan senjata permanen. Forum Keluarga Sandera dan Orang Hilang di Israel menyatakan serangan ini mengurangi peluang pembebasan sandera.(*)
Editor : Heri Sugiarto