Kirk dikenal sebagai aktivis konservatif, pendiri Turning Point USA, sekaligus sahabat Wakil Presiden JD Vance.
Kirk, 31 tahun, ditembak saat berdiskusi dengan mahasiswa di bawah tenda di kampus Utah Valley University, Rabu (10/9) sekitar pukul 12.20 siang waktu setempat.
Peluru mengenai lehernya hingga ia terjatuh dari kursi. Kirk segera dilarikan ke rumah sakit terdekat, namun nyawanya tidak tertolong.
Dalam wawancara di program Fox & Friends pada Jumat (12/9), Trump menyatakan pihak berwenang sudah menahan tersangka. “Saya kira dengan tingkat kepastian yang tinggi, kami sudah menangkapnya,” ujar Trump.
Menurut Trump, tersangka ditangkap setelah seseorang yang mengenalnya melapor ke polisi. Penangkapan dilakukan dengan bantuan seorang pendeta, anggota U.S. Marshals Service, dan ayah tersangka.
Trump berharap tersangka dijatuhi hukuman mati jika terbukti bersalah.
Temuan Senapan dan Bukti Forensik
FBI sebelumnya merilis foto seorang pria berpakaian hitam yang disebut sebagai “person of interest” dalam kasus ini. Meski seorang tersangka telah ditangkap, identitasnya belum diumumkan secara resmi.
Otoritas setempat menyebutkan tembakan berasal dari jarak sekitar 200 yard, diduga dari atap Gedung Losee Center yang berada di seberang plaza lokasi Kirk berbicara.
Video beredar di media sosial memperlihatkan sosok berpakaian hitam berada di atap sesaat sebelum penembakan terjadi.
FBI Salt Lake City melalui Kepala Kantornya, Robert Bohls, mengatakan penyidik menemukan senapan laras panjang jenis bolt-action rifle di jalur yang diyakini digunakan tersangka untuk melarikan diri.
Selain senjata, FBI juga menemukan sejumlah bukti forensik, antara lain sidik telapak tangan, jejak kaki, serta cetakan dari lengan tersangka.(*)
Editor : Heri Sugiarto