Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Ratusan Pendaki Gunung Everest Terjebak Badai Salju, 350 Dievakuasi ke Qudang

Heri Sugiarto • Senin, 6 Oktober 2025 | 18:38 WIB

Upaya penyelamatan sedang berlangsung di lereng timur Gunung Everest setelah badai salju tak biasa terjadi pada akhir pekan kemarin, menjebak ratusan pendaki. (Foto: Handout/ SCMP)
Upaya penyelamatan sedang berlangsung di lereng timur Gunung Everest setelah badai salju tak biasa terjadi pada akhir pekan kemarin, menjebak ratusan pendaki. (Foto: Handout/ SCMP)
PADEK.JAWAPOS.COM-Ratusan pendaki yang terjebak akibat badai salju di lereng timur Gunung Everest, Tibet, berhasil dievakuasi oleh tim penyelamat, menurut laporan media pemerintah China, Minggu (6/10/2025).

Televisi nasional CCTV melaporkan, sebanyak 350 pendaki telah tiba dengan selamat di kota kecil Qudang, sementara lebih dari 200 pendaki lainnya sudah berhasil dihubungi oleh petugas penyelamat..

Badai salju terjadi di lembah Karma, jalur menuju lereng timur Kangshung Gunung Everest, yang ramai dikunjungi pendaki selama libur nasional delapan hari di China.

Lembah ini berada di ketinggian rata-rata lebih dari 13.100 kaki (4.200 meter) di Kabupaten Menyuan, Tibet. Pencarian dan evakuasi menghadapi tantangan medan yang sulit, cuaca tak terduga, dan hujan salju yang terus berlangsung.

“Itu sangat basah dan dingin di pegunungan. Risiko hipotermia sangat tinggi,” kata Chen Geshuang, salah satu dari 18 anggota tim pendaki yang berhasil mencapai Qudang.

“Tahun ini cuacanya tidak normal. Pemandu kami mengatakan belum pernah mengalami cuaca seperti ini di bulan Oktober, dan semuanya terjadi begitu cepat,” imbuhnya.

Chen menuturkan, kelompoknya turun dari pegunungan pada Minggu pagi setelah melewati malam yang berat akibat salju tebal disertai petir dan kilat. Mereka disambut oleh warga desa yang memberikan teh manis dan makanan hangat.

Menurut laporan Jimu News, hampir 1.000 orang sempat terperangkap di kawasan tersebut. Ratusan warga lokal dan tim penyelamat dikerahkan untuk membersihkan tumpukan salju yang menutup akses jalan menuju lokasi.

Berdasarkan laporan CCTV, para pendaki yang tersisa akan tiba di Qudang secara bertahap dengan pendampingan tim penyelamat yang dikoordinasikan pemerintah daerah.

Namun, laporan itu tidak menyebutkan apakah seluruh pemandu lokal dan staf pendukung pendakian telah berhasil dievakuasi.

Salju mulai turun pada Jumat malam (3/10) waktu setempat, di lembah yang berada di ketinggian rata-rata 4.200 meter di atas permukaan laut, dan terus berlangsung hingga Sabtu.

“Setiap hari turun hujan dan salju. Kami bahkan tidak sempat melihat Gunung Everest,” ujar Eric Wen, salah satu pendaki yang selamat.

Ia menyebut, timnya memutuskan kembali turun dari perkemahan kelima pada Sabtu malam karena khawatir dengan hujan salju yang terus menerus.

Dengan bantuan ratusan warga lokal dan tim penyelamat, pendaki yang selamat kini mendapatkan perawatan, makanan hangat, dan tempat berlindung di Qudang. Evakuasi seluruh pendaki diperkirakan berlangsung beberapa hari ke depan.

Mount Everest, dikenal sebagai Gunung Qomolangma di China, membentang di perbatasan China dan Nepal. Curah hujan tinggi baru-baru ini telah menyebabkan longsor dan merusak desa, menewaskan lebih dari 40 orang.

Para pendaki biasanya memulai pendakian dari base camp, yang terpisah dari kamp wisatawan di mana para pendaki terjebak salju.

Tahun ini, kawasan Tibet juga tercatat memiliki sejarah bencana alam, termasuk gempa kuat pada Januari yang menewaskan sedikitnya 126 orang.

Wilayah Tibet dikenal terpencil di bagian barat China, dengan pengawasan ketat pemerintah dan pengucuran dana untuk pembangunan ekonomi, termasuk infrastruktur dan pariwisata.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#mount everest #Evakuasi pendaki Himalaya #gunung everest #Qudang Everest #pendaki everest #badai salju Everest Tibet