Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Jepang Cabut Peringatan Tsunami di Iwate Usai Gempa M6,9, JMA dan PM Takaichi Imbau Warga Tetap Waspada

Heri Sugiarto • Minggu, 9 November 2025 | 20:35 WIB

Gelombang kecil terlihat di Pelabuhan Ofunato, Prefektur Iwate, setelah gempa M6,9. JMA mencabut peringatan tsunami pada Minggu malam.(Foto: JMA)
Gelombang kecil terlihat di Pelabuhan Ofunato, Prefektur Iwate, setelah gempa M6,9. JMA mencabut peringatan tsunami pada Minggu malam.(Foto: JMA)
PADEK.JAWAPOS.COM-Badan Meteorologi Jepang (Japan Meteorological Agency/JMA) mencabut peringatan tsunami yang sebelumnya dikeluarkan untuk Prefektur Iwate setelah gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,9 mengguncang wilayah utara Jepang pada Minggu (9/11) pukul 17.03 waktu setempat.

The Japan Times melaporkan, gempa awalnya dilaporkan memiliki kekuatan M6,7, sebelum JMA merevisi menjadi M6,9 setelah analisis lanjutan. Episentrum gempa berada di lepas pantai Prefektur Iwate dan Miyagi, dengan kedalaman dangkal yang memicu peringatan dini tsunami.

Sesaat setelah gempa terjadi, JMA mengeluarkan peringatan tsunami untuk Prefektur Iwate, memperkirakan tinggi gelombang mencapai 1 meter. Peringatan tersebut dicabut sekitar pukul 20.00 waktu setempat setelah pemantauan menunjukkan penurunan risiko.

Menurut data JMA, gelombang tsunami setinggi 20 sentimeter teramati di Pelabuhan Kuji pada pukul 17.52, dan di Pelabuhan Ofunato pada pukul 18.25 waktu setempat. JMA mengingatkan bahwa gelombang tsunami dapat muncul berulang kali dan naik secara mendadak, sehingga warga diminta menjauh dari garis pantai hingga situasi benar-benar aman.

Gempa utama tercatat dengan intensitas shindo 4 (skala intensitas seismik Jepang) di Kota Morioka dan Kota Yahaba di Prefektur Iwate, serta di Kota Wakuya di Prefektur Miyagi. Hingga pukul 20.30 waktu setempat, tercatat 11 gempa susulan di wilayah yang sama, termasuk satu gempa berkekuatan M6,3 dengan intensitas shindo 3.

Sejauh ini, tidak ada laporan korban jiwa maupun kerusakan besar akibat gempa tersebut.

Operator East Japan Railway melaporkan kereta cepat Tohoku Shinkansen sempat kehilangan daya listrik dan operasi dihentikan sementara di jalur antara Sendai dan Shin-Aomori, sebelum akhirnya kembali normal.

Sementara itu, perusahaan listrik Tohoku Electric Power memastikan tidak ada kelainan atau gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Onagawa di Prefektur Miyagi.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi melalui akun resmi di platform X meminta masyarakat untuk menjauh dari daerah pesisir dan tetap waspada terhadap gempa susulan maupun kemungkinan gelombang tsunami.

Dalam konferensi pers Minggu malam, pejabat JMA mengingatkan bahwa gempa dengan kekuatan serupa atau lebih besar masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan, dan masyarakat diminta tetap waspada.

“Gempa yang lebih kuat sering kali terjadi dalam dua hingga tiga hari setelah kejadian utama. Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan memperhatikan informasi resmi,” ujar pejabat JMA seperti dikutip NHK.

Pemerintah daerah di Iwate dan Miyagi terus melakukan pemantauan aktivitas seismik serta kondisi laut. Warga diimbau hanya mengikuti informasi dari JMA dan otoritas lokal, serta menghindari penyebaran informasi tidak terverifikasi di media sosial.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#Miyagi #Peringatan tsunami Jepang 2025 #Japan Meteorological Agency #iwate #gempa hari ini #sanae takaichi #gempa jepang