Pemimpin Tertinggi Iran tersebut dilaporkan tewas dalam serangan yang menargetkan kantornya, mengakhiri simpang siur informasi yang sebelumnya beredar luas di media sosial dan sejumlah platform berita internasional.
Pemerintah Iran mengumumkan kabar duka itu melalui media pemerintah setelah sebelumnya membantah laporan kematian tersebut dan menyebutnya sebagai bentuk “perang psikologis” dari musuh negara.
Seiring munculnya bukti-bukti yang menguat, otoritas akhirnya mengeluarkan pernyataan resmi kepada publik terkait insiden tersebut.
Kantor berita semi-pemerintah Fars News Agency melaporkan bahwa Khamenei tewas saat sedang menjalankan tugas di kantornya.
Serangan terjadi secara mendadak dan menghancurkan sebagian fasilitas penting di kompleks kepemimpinan tertinggi Republik Islam Iran.
Insiden ini disebut sebagai salah satu serangan paling signifikan terhadap struktur kekuasaan tertinggi di negara tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Selain Khamenei, laporan menyebutkan putri, menantu, serta cucunya turut menjadi korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sebagai bentuk penghormatan, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari dan mengumumkan libur nasional selama tujuh hari berturut-turut di seluruh wilayah negara itu.
Langkah tersebut diambil untuk memberikan kesempatan kepada warga memberikan penghormatan terakhir kepada pemimpin yang telah berkuasa selama puluhan tahun.
Di Amerika Serikat, Presiden Donald Trump menyampaikan pernyataan melalui platform Truth Social pada Sabtu malam.
Ia mengklaim bahwa Khamenei tewas akibat serangan gabungan militer Amerika Serikat dan Israel, yang disebutnya sebagai operasi intelijen canggih dan terukur.
Trump menyatakan kematian Khamenei membawa keadilan yang dinanti, serta mengklaim adanya informasi bahwa sebagian anggota Garda Revolusi dan pasukan keamanan Iran mulai enggan melanjutkan pertempuran.
Ia juga menyinggung kemungkinan pemberian “imunitas” bagi pihak yang memilih berhenti melawan.
Sebelumnya, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan terdapat “banyak tanda” yang menunjukkan Khamenei telah tewas sebelum konfirmasi resmi dikeluarkan.
Israel selama ini dikenal sebagai rival utama Iran di kawasan Timur Tengah.
Dampak serangan Sabtu malam dilaporkan meluas hingga ke 24 provinsi di Iran.
Data media lokal yang mengutip Bulan Sabit Merah menyebut sedikitnya 201 orang tewas akibat serangan udara tersebut, dengan kerusakan infrastruktur terjadi di sejumlah titik strategis dan memicu kepanikan warga sipil.
Militer Iran kemudian melancarkan serangan balasan berskala besar yang menargetkan aset militer Israel dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.
Situasi regional kini berada dalam status siaga tinggi menyusul eskalasi konflik yang meningkat drastis.
Komunitas internasional memantau perkembangan di Teheran, terutama terkait proses transisi kepemimpinan yang dinilai akan memengaruhi stabilitas politik dan keamanan kawasan Teluk dalam waktu dekat.(*)
Editor : Hendra Efison