PADEK.JAWAPOS.COM-Direktur Jenderal World Health Organization (WHO), Tedros Adhanom Ghebreyesus menyerukan komunitas internasional untuk tidak mengabaikan krisis kemanusiaan yang memburuk di Sudan.
"Lebih dari separuh penduduk negara itu kini membutuhkan bantuan mendesak untuk menyelamatkan jiwa," ungkap Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam keterangan tertulisnya, Sabtu malam (4/4/2026).
Menurut data yang disampaikan, lebih dari 33,7 juta orang di Sudan memerlukan bantuan mendesak. Konflik yang berkelanjutan telah menempatkan sistem kesehatan negara itu di ambang kehancuran total.
Serangan terhadap fasilitas medis dalam beberapa pekan terakhir turut memperparah keadaan. Pada 20 Maret, kata Tedros, serangan drone menghantam Al-Daein Teaching Hospital di East Darfur dan menewaskan sedikitnya 64 orang, termasuk pasien dan staf medis. Sebanyak 89 orang dilaporkan terluka.
Pada 2 April, serangan drone lainnya terjadi di Al-Jabalain Hospital, White Nile State, dan menewaskan 10 staf medis dan administrasi, termasuk direktur rumah sakit yang saat itu sedang melakukan operasi. "Sebanyak 22 orang juga mengalami luka akibat serangan tersebut," imbuhnya.
Pada hari yang sama, Family Hospital di Al-Daein dijarah. Pasien dan tenaga kesehatan diserang dan diusir dari fasilitas itu, memaksa rumah sakit menghentikan operasionalnya.
Sebelumnya, pada 25 Maret, sebuah rumah sakit di Al-Kurmuk, Blue Nile State, juga dijarah. Peralatan medis dirusak, sementara pasien dan staf dipaksa keluar. Satu pekerja dilaporkan mengalami luka kritis dalam insiden tersebut.
WHO menyebut bahwa rangkaian serangan tersebut sebagai pengingat bahwa tindakan politik dan kemanusiaan yang lebih kuat sangat dibutuhkan, dan menegaskan bahwa Sudan tidak dapat menghadapi kondisi ini sendirian.(*)
Editor : Heri Sugiarto