Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Harga Minyak Dunia Turun Usai Israel dan Lebanon Sepakati Gencatan Senjata

Heri Sugiarto • Kamis, 4 Juni 2026 | 20:58 WIB
Harga minyak Brent dan WTI di pasar energi dunia turun setelah Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan gencatan senjata.(Foto ilustrasi: Magnific)
Harga minyak Brent dan WTI di pasar energi dunia turun setelah Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan gencatan senjata.(Foto ilustrasi: Magnific)

PADEK.JAWAPOS.COM-Harga minyak dunia melemah setelah Israel dan Lebanon mencapai kesepakatan gencatan senjata, Kamis (4/6/2026). Kesepakatan tersebut meningkatkan harapan pasar terhadap kemungkinan tercapainya perjanjian yang lebih luas untuk mengakhiri konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel dan Iran.

Optimisme tersebut juga memunculkan ekspektasi bahwa Selat Hormuz, jalur pelayaran energi strategis dunia, dapat kembali beroperasi secara normal apabila situasi keamanan di kawasan membaik.

Brent dan WTI Bergerak di Zona Negatif

Al Jazeera melaporkan, perdagangan minyak berlangsung hati-hati dengan tekanan jual yang relatif terbatas.

Kontrak minyak mentah Brent tercatat turun US$1,14 atau 1,2 persen menjadi US$96,67 per barel pada pukul 17.22 WIB.

Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 90 sen atau 0,9 persen ke level US$95,12 per barel.

Meski mengalami penurunan, koreksi harga tidak berlangsung terlalu dalam karena pelaku pasar masih mencermati perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Sebelumnya Harga Minyak Sempat Menguat

Sebelum mengalami penurunan, kedua kontrak minyak tersebut sempat naik sekitar dua persen pada perdagangan Rabu (3/6/2026).

Kenaikan itu dipicu meningkatnya ketegangan di Timur Tengah, termasuk serangan Iran ke Kuwait dan serangan militer Amerika Serikat di dekat Selat Hormuz.

Perkembangan tersebut sempat memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global dari kawasan yang menjadi salah satu pusat produksi minyak dunia.

Analis minyak PVM, John Evans, menilai terdapat indikasi kemajuan dalam upaya diplomatik yang melibatkan pihak-pihak terkait konflik di kawasan.

“Iran bersikeras agar agresi Israel terhadap Lebanon dihentikan, yang berarti juga terhadap Hizbullah, dan memang tampaknya ada sebuah terobosan,” kata Evans./, dikutip dari Al Jazeera.

Pernyataan tersebut memperkuat pandangan pasar bahwa meredanya ketegangan di kawasan dapat membantu mengurangi risiko gangguan pasokan minyak dan mendukung stabilitas pasar energi global.

Pelaku pasar kini akan terus memantau implementasi gencatan senjata serta perkembangan negosiasi lebih lanjut yang berpotensi memengaruhi pergerakan harga minyak dalam jangka pendek.(*)

Editor : Heri Sugiarto
#WTI crude #gencatan senjata Israel Lebanon #Brent Crude #harga minyak dunia #selat hormuz