Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Sekolah Swasta di Sumbar Harus Mempunyai Ciri Khusus

Hendra Efison • Jumat, 18 Juni 2021 | 11:43 WIB
Photo
Photo
Penerimaan siswa dengan sistem Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi, menyebabkan penerimaan siswa baru di sekolah negeri berdasarkan jarak terdekat dari rumah ke sekolah berdampak cukup signifikan terhadap penerimaan di sekolah swasta.

Sistem penerimaan melalui jalur PPDB menyebabkan minat wali murid menyekolahkan anaknya ke sekolah swasta jauh menurun. Sekolah swasta harus melakukan berbagai strategi pemasaran untuk menarik minat masyarakat. Hal ini bertujuan untuk memenuhi kuota rombel (rombongan belajar) dari peserta didik baru.

Pakar pendidikan dari Universitas Negeri Padang Dr Fitri Arsih yang dimintai komentarnya memberikan sebuah solusi. Menurutnya, sekolah swasta harus berinovasi dalam membranding sekolahnya untuk menarik siswa baru.

"Sekolah swasta harus punya keunggulan, dan mempunyai penciri khusus seperti proses pembelajarannya, sarana, dan prasarananya, hingga keterampilan yang diajarkan. Selain itu, sekolah swasta harus melakukan inovasi dan memperbaiki mindset tentang sekolahnya di tengah masyarakat," ucapnya, Jumat, (18/6)

Fitri Arsih menambahkan, jika sekolah sudah mempunyai kelebihan dan penciri khusus, mengakibatkan sekolah swasta tersebut menjadi berkualitas.

"Jika sekolah sudah berkualitas maka orangtua tidak malu menyekolahkan anaknya ke swasta. Apalagi, besaran uang sekolah sesuai dengan proses, sarana keterampilan, dan pengetahuan yang akan dimiliki anak saat menempuh pendidikan di sekolah swasta tersebut," ucapnya.

Fitri Arsih menekankan manajemen sekolah swasta harus dapat menjelaskan kepada calon wali murid tentang bidang ilmu yang menonjol di sekolah tersebut seperti, olahraga, pendidikan agama, sains dan teknologi yang membuat orangtua bangga ketika anaknya bersekolah di sekolah swasta tersebut," tambahnya.

Manfaatkan media massa dan media sosial yang terus berkembang saat ini. Ini senjata ampuh bagi sekolah swasta dalam mem-branding sekolahnya sehingga lebih baik.

"Melalui media sosial, media cetak, dan media elektronik, sekolah swasta dapat menonjolkan sisi terbaik sekolahnya, seperti mengorbitkan siswa-siswinya yang berprestasi, dan menjelaskan prestasi dari alumni-alumninya. Yang jelas, selain ketua yayasan, kepala sekolah harus bisa memenej semua unsur yang ada di sekolah swasta tersebut," tutupnya. (*/hsn) Editor : Hendra Efison
#Dr Fitri Arsih #siswa baru #wajib belajar #Ciri Khusus #sekolah swasta #ppdb