PADEK.JAWAPOS.COM -- Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak masih menjadi tantangan bagi anak usia prasekolah. Banyak anak memilih jajanan berdasarkan warna, rasa, dan bentuk yang menarik tanpa memahami kandungan gizi maupun keamanannya. Kondisi ini berpotensi memicu berbagai masalah kesehatan, mulai dari gangguan gizi hingga obesitas di kemudian hari.
Berangkat dari kondisi tersebut, Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Andalas menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Edukasi Pemilihan Jajanan Sehat bagi Siswa Prasekolah Kota Padang” di PAUD-TK Ummah Kota Padang, 3 Juni 2026.
Kegiatan dipimpin oleh Fitriyani, SKM, MKKK bersama tiga mahasiswa Program Studi Kesehatan Masyarakat Universitas Andalas, yakni Najla Salsabila El Alfisri, Nabila Dinara Veylerina, dan Muhammad Fajar Erlangga.
Berbeda dari penyuluhan konvensional, edukasi dikemas melalui pendekatan bermain yang disesuaikan dengan karakteristik anak usia dini. Para siswa diajak mengenal jajanan sehat melalui permainan interaktif, kartu bergambar, kegiatan mewarnai worksheet bertema makanan, hingga simulasi memilih jajanan saat berbelanja.
Metode tersebut berhasil menciptakan suasana belajar yang hidup. Anak-anak tampak antusias mengikuti setiap sesi, terutama saat diminta mengelompokkan gambar makanan ke dalam kategori jajanan sehat dan tidak sehat. Dalam simulasi berbelanja, mereka juga dilatih untuk menentukan pilihan makanan yang lebih baik bagi kesehatan.
Pendekatan bermain sambil belajar dinilai efektif karena mampu menyampaikan pesan kesehatan dengan cara yang mudah dipahami anak. Selain meningkatkan pengetahuan, metode ini juga membantu menanamkan kebiasaan memilih makanan yang lebih sehat sejak usia dini.
Fitriyani menjelaskan, masa prasekolah merupakan periode penting dalam pembentukan perilaku hidup sehat. Karena itu, edukasi mengenai pemilihan makanan bergizi perlu diperkenalkan sejak dini agar menjadi kebiasaan yang terbawa hingga dewasa.
Melalui kegiatan ini, anak-anak diharapkan mampu mengenali ciri-ciri jajanan sehat, memahami pentingnya konsumsi makanan bergizi, serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Upaya tersebut juga membutuhkan dukungan guru dan orang tua untuk menciptakan lingkungan yang mendorong pola makan sehat di rumah maupun di sekolah.
Kegiatan pengabdian ini menjadi bukti bahwa edukasi kesehatan tidak selalu harus dilakukan secara formal. Dengan pendekatan kreatif dan menyenangkan, pesan-pesan penting terkait kesehatan dapat diterima lebih baik oleh anak-anak.
FKM Universitas Andalas berharap program serupa dapat terus dilaksanakan di berbagai lembaga pendidikan anak usia dini. Semakin banyak anak yang memahami pentingnya memilih jajanan sehat, semakin besar peluang terciptanya generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas di masa depan. (r)
Editor : Adriyanto Syafril