Indonesia Sumbar Bisnis Olahraga Gaya Hidup Harian Magazine Otomotif Pariwisata Features Internasional Opini Advertorial Pendidikan Buku & Film Hiburan Kesehatan

Dua RS di Sumbar jadi Tempat Uji Klinis Antivirus Covid-19

Heri Sugiarto • Sabtu, 25 April 2020 | 16:04 WIB
Lawan Covid-19.
Lawan Covid-19.
RSUP M Djamil Padang dan RSUD Dr Achmad Mochtar Bukittinggi, dua dari 22 rumah sakit di Indonesia, yang siap melakukan program solidarity trial.

Solidarity Trial ini program WHO melibatkan lebih dari 100 negara untuk pengujian klinis terhadap empat kandidat utama antivirus sebagai obat virus korona (Covid-19). Yakni remdesivir, lopinavir/ritonavir, gabungan lopinavir/ritonavir ditambah interferon beta 1a, dan chloroquine/hydroxychloroquine.

"Semua obat disediakan oleh WHO dengan Kementerian Kesehatan RI sebagai koordinator penelitian," ujar Plt Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan, Prof Abdul Kadir.

Menurutnya, Indonesia menjadi negara keenam yang telah memulai pelaksanaan studi ini. Lewat pengujian ini, diharapkan bisa mempercepat penemuan obat untuk Covid-19.

“Solidarity trial ini dilaksanakan dalam skala besar untuk menghasilkan bukti data yang kuat, dan kita butuhkan untuk menunjukkan obat mana yang paling aman dan efektif,” terangnya, Sabtu (25/4).

Sementara itu, Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya dan Pelayanan Kesehatan, Irmansyah mengatakan, ada 22 rumah sakit di Indonesia menyatakan siap melaksanakan solidarity trial penanganan Covid-19. Dua di antaranya RSUP M Djamil Padang dan RSUD Achmad Mochtar Bukittinggi.

“Kalau kita perhatikan 22 rumah sakit itu adalah kombinasi dari rumah sakit-rumah sakit vertikal maupun rumah sakit daerah dan juga RS swasta, RS universitas dan ada RS dibawah TNI AU. Jadi RS ini kita anggap batch pertama yang akan terlibat dalam penelitian tersebut,” kata Irmansyah.

Terkait pelaksanaan, Irmansyah mengatakan obat penelitian sudah didistribusikan ke-8 rumah sakit, lima di antaranya sudah siap melaksanakan pengujian karena distribusi obat sudah tiba di rumah sakit tersebut.

Kelimanya telah mempunyai 3 dari 5 lengan/kelompok terapi yakni kelompok yang diberikan Hydroxychloroquine, kelompok dengan lopinavir/ritonaviraluvia, dan kelompok pengobatan standar pelayanan RS.

Dengan demikian artinya pihak RS sudah bisa melakukan perekrutan partisipan dan randomisasi. “Saya baru saja mendapatkan informasi bahwa perekrutan pasien pertama sudah dilakukan di RS Wahidin Sudirohusodo,” ungkap Irmansyah.

Pihaknya mengharapkan ke depan jumlah rumah sakit di Indonesia yang terlibat dalam program solidarity trial kian bertambah.

Koordinator Nasional Wakil dari Klinisi, Prof. Menaldi Rasmin, berharap solidarity trial berjalan lancar dan berakhir dengan hasil yang baik, terutama berkontribusi dalam mengalahkan pandemik Covid-19.

PIC Penelitian Solidarity Trial RSUP M Djamil Padang, Irvan Medison menyampaikan teknis uji klinis antivirus Covid-19 tersebut nanti akan dilakukan kepada pasien positif Covid-19 yang bersedia.

"Obatnya didrop dari pusat, kita hanya pelaksana screening pasien-pasien yang akan ikut. Tergantung persetujuan pasien. Tentu akan diujicoba kepada pasien positif Covid-19. Kita ingin melihat efek obat itu terhadap penderita yang positif," katanya.

Dia menambahkan, uji klinis akan dilakukan setelah obat antivirus Covid-19 tersebut diterima. Saat ini pihaknya masih menunggu obat tersebut dari pusat.

"Kita menunggu obatnya. Obatnya itu belum datang. Kalau sudah diterima, nanti dilakukan terhadap pasien-pasien yang bersedia," tukas Irvan.(esg) Editor : Heri Sugiarto
#antivirus #pengujian #COVID-19