Hampir sebagian besar lonjakan kasus korona di Sumbar sejak beberapa pekan belakangan tak lain disebabkan karena terpapar dari luar Sumbar.
"Laporan pemeriksaan tgl 26 Agustus 2020, testing Sumbar kembali memecahkan rekor nasional dengan total pemeriksaan 3.628 terdiri dari 3.451 di Laboratorium Fakultas Kedokteran Unand dan 177 di Laboratorium Veteriner Baso. Positif 27 orang (0.74%). Angka ini belum ada nilainya, karena butuh evaluasi 1-2 minggu. Sebaliknya tetangga kita mempunyai positivity rate 9-10% (Riau) dan 15-20% (Sumut)," ungkap Kepala Laboratorium Diagnostik dan Riset Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Unand, Dr. dr. Andani Eka Putra, Jumat (28/08/2020).
Namun kata Andani, bukan berarti kondisi ini harus dibiarkan begitu saja. Harus ada upaya keras semua pihak untuk memutus rantai penyebarannya.
Menurutnya ada beberapa hal yang perlu dilakukan ke depan yakni pertama, membatasi perjalanan antar provinsi dan memaksimalkan pemeriksaan PCR terhadap pendatang antar provinsi.Kedua, bekerja dari rumah atau WFH untuk pekerja kantoran minimal 14 hari.
Lalu ketiga, sambung Andani, pengetatan pemeriksaan PCR di bandara. Kemudian, pembatasan keramaian seperti acara olahraga, pesta perkawinan minimal hingga 14 hari ke depan. Lalu, mendorong percepatan nagari tageh, untuk meningkatkan edukasi dan pemahaman masyarakat.
"Terakhir surveillance (pengawasan, red) berkala pada area wisata, hotel, tenaga kesehatan, tenaga pendidik, nagari, pasar, angkutan umum dan lain-lain," paparnya.
Dengan upaya-upaya di atas, Andani yakin akan mampu menekan penyebaran virus korona dan meminimalisir jumlah orang yang terpapar nantinya. "Dengan cara ini upaya kita dalam pengendalian akan berjalan baik. Jika ini tidak dilakukan secara optimal, maka tim yang sudah bekerja untuk menangani korona ini akan sia-sia," tegas.
Tim di laboratorium katanya sudah bekerja sangat maksimal dengan segala kelebihan dan kekurangan yang dimiliki. "Saat ini di lab dengan alat yang terbatas, kita sudah full 24 jam. Rata-rata jam kerja di dalam lab 8-9 jam/orang dengan APB level 3, tanpa ada keluhan. Secara pribadi saya apresiasi tinggi untuk semua anggota tim saya yang bekerja full dengan APD level 3 dalam waktu lama," ulasnya. (bis) Editor : Novitri Selvia