Hasil Penelitian Terbaru: Infeksi Bakteri Penyebab Nomor Dua Kematian di Dunia
Admin Padek• Selasa, 22 November 2022 | 09:23 WIB
Photo
Hasil penelitian terbaru di 204 negara mengungkapkan temuan baru. Infeksi bakteri adalah penyebab utama kedua kematian di seluruh dunia. Satu dari delapan kematian di dunia tahun 2019.
Studi baru yang dilakukan secara besar-besaran itu diterbitkan dalam jurnal Lancet, Selasa (22/11/2022). Penelitian mengamati kematian akibat 33 bakteri patogen umum dan 11 jenis infeksi di 204 negara.
Patogen dikaitkan dengan 7,7 juta kematian atau 13,6 persen dari total global pada 2019, sebelum pandemi Covid-19 merebak.
"Hasil penelitian itu menjadikan infeksi bakteri penyebab kematian kedua setelah penyakit jantung iskemik, yang mencakup serangan jantung," ungkap studi tersebut seperti dilansir CNA.
Lima dari 33 bakteri yang menyebabkan setengah dari total kematian tersebut, adalah Staphylococcus aureus, Escherichia coli, Streptococcus pneumoniae, Klebsiella pneumoniae dan Pseudomonas aeruginosa.
S aureus adalah bakteri yang umum terdapat pada kulit dan lubang hidung manusia yang di balik berbagai penyakit, sedangkan E coli umumnya menyebabkan keracunan makanan.
Studi ini dilakukan di bawah kerangka Global Burden of Disease, sebuah program penelitian besar yang didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation yang melibatkan ribuan peneliti di seluruh dunia.
"Data baru ini untuk pertama kalinya mengungkapkan sepenuhnya tantangan kesehatan masyarakat global yang ditimbulkan oleh infeksi bakteri," kata Christopher Murray, direktur Institute for Health Metrics and Evaluation yang berbasis di AS.
Menurutnya, sangat penting untuk menempatkan hasil penelitian ini pada target inisiatif kesehatan global sehingga penyelaman lebih dalam ke patogen mematikan ini dapat dilakukan dan investasi yang tepat dilakukan untuk meminimalisir jumlah kematian dan infeksi.
Penelitian juga menunjukkan perbedaan mencolok antara daerah miskin dan kaya.
Di Afrika Sub-Sahara, ada 230 kematian per 100.000 penduduk akibat infeksi bakteri.
Angka itu berkurang menjadi 52 per 100.000 dalam apa yang disebut penelitian sebagai kawasan super berpenghasilan tinggi yang mencakup negara-negara di Eropa Barat, Amerika Utara, dan Australasia.
Para penulis menyerukan peningkatan pendanaan, termasuk untuk vaksin baru dalam mengurangi jumlah kematian serta memperingatkan terhadap penggunaan antibiotik yang tidak beralasan.
"Mencuci tangan adalah salah satu tindakan yang disarankan untuk mencegah infeksi," tambahnya.(afc/cna)