Dikutip dari laman ayosehat.kemkes.go.id, penyakit yang kerap menyerang kelenjar parotis ini berpotensi menimbulkan sejumlah komplikasi serius jika tidak segera ditangani.
Penyebab dan Mekanisme Penularan
Virus paramyxovirus dengan mudah menyebar melalui berbagai cara, antara lain:
- Menghirup percikan lendir dari batuk atau bersin penderita
- Kontak langsung dengan penderita, seperti berciuman
- Menyentuh benda-benda di sekitar penderita tanpa mencuci tangan
- Berbagi peralatan makan dan minum
Beberapa kelompok yang berisiko tinggi terkena gondongan meliputi:
*Anak-anak berusia 2-12 tahun
*Individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah
*Mereka yang belum mendapatkan vaksinasi MMR
*Penduduk di wilayah dengan tingkat kasus tinggi
Mengenali Gejala Gondongan
Gejala gondongan umumnya muncul 12-25 hari setelah terinfeksi, dengan tanda-tanda:
*Pembengkakan kelenjar parotis di pipi
*Demam mencapai 39°C
*Nyeri saat mengunyah atau menelan
*Sakit kepala dan nyeri sendi
*Hilangnya nafsu makan
Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter
Segera dapatkan pertolongan medis jika mengalami gejala:
*Sakit kepala yang sangat hebat
*Penurunan kesadaran
*Kejang-kejang
Prosedur Pemeriksaan Medis
Diagnosis gondongan dilakukan melalui:
*Pemeriksaan fisik kelenjar parotis
*Tes swab pipi dalam
*Pemeriksaan darah
*Tes urine untuk mendeteksi penyebaran infeksi
Penanganan dan Pemulihan
Mayoritas kasus gondongan dapat pulih dalam 1-2 minggu dengan:
*Istirahat yang cukup
*Konsumsi cairan berlimpah
*Pengompres area bengkak
*Konsumsi obat pereda demam
Pencegahan Efektif
Cara terbaik mencegah gondongan:
*Imunisasi MMR berkelanjutan
*Vaksinasi dua kali pada usia 18 bulan dan 5-7 tahun
*Praktik hidup bersih
*Mencuci tangan secara teratur
*Menerapkan etika batuk dan bersin yang baik
Dengan pemahaman dan tindakan pencegahan yang tepat, risiko terkena gondongan dapat diminimalkan, melindungi diri sendiri dan orang-orang di sekitar. (*)
Editor : Adetio Purtama