Buah melinjo berbentuk lonjong dengan panjang 1–3,5 cm. Pohon ini sering ditanam untuk kebutuhan pangan, terutama dalam masakan Indonesia.
Daun melinjo berwarna hijau tua, sementara biji dan daging buahnya digunakan dalam berbagai olahan tradisional, seperti emping.
Lantas, apa saja fakta menarik dari tanaman melinjo ini? Berikut ulasannya, seperti yang dikutip dari laman Health Benefits Times pada Rabu (11/12/2924).
Sejarah dan Budaya
Melinjo memiliki sejarah panjang di Indonesia, terutama di Kerajaan Yogyakarta. Konon, masyarakat Yogyakarta yang mengonsumsi melinjo memiliki angka harapan hidup lebih tinggi dibanding daerah lain di Indonesia.
Dalam budaya lokal, melinjo digunakan sebagai bahan dasar berbagai hidangan, seperti sayur asem dan emping.
Ciri-ciri Tanaman Melinjo
Pohon melinjo tumbuh setinggi 5–10 meter, berdaun sederhana dengan bentuk lonjong. Kulit batangnya berwarna abu-abu dengan tekstur kayu yang kuat.
Buahnya bervariasi dalam warna, mulai dari kuning hingga merah jingga, daun dan bunga melinjo juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan masakan.
Nilai Gizi Tanaman Melinjo
Buah melinjo kaya akan kalori, protein, lemak, karbohidrat, serat kasar, mangan, tembaga, zat besi, zinc, dan fosfor, serta memberikan nutrisi yang mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Penggunaan Tradisional
Melinjo telah digunakan dalam pengobatan tradisional untuk mengobati anemia, meningkatkan stamina hingga mengatasi gigitan hewan.
Daun melinjo juga dipercaya memiliki sifat terapeutik untuk mengobati penyakit mata. (*)
Editor : Adetio Purtama