Meski begitu, banyak mitos dan kesalahpahaman seputar stroke yang masih beredar luas di masyarakat.
Mulai dari anggapan bahwa stroke adalah penyakit jantung hingga keyakinan bahwa stroke hanya menyerang orang lanjut usia, informasi yang keliru ini bisa menghambat penangan yang tepat.
Berdasarkan hasil wawancara Dr. Rafael Alexander Ortiz, Kepala Bedah Neuro- Endovaskular dan Radiologi Neuro-Intervensi di Rumah Sakit Lenox Hill, terdapat fakta dari mitos yang beredar seputar stroke.
Berikut ulasannya, seperti yang dilansir dari laman Medical News Today pada Selasa (15/4/2025).
- Stroke adalah Masalah Jantung
Meskipun faktor risiko stroke berkaitan dengan kondisi kardiovaskular, stroke sendiri terjadi di otak, bukan di jantung.
- Stroke Tidak Bisa Dicegah
Dr. Ortiz menjelaskan, faktor risiko paling umum untuk stroke meliputi tekanan darah tinggi, merokok, kolesterol tinggi, obesitas, diabetes, cedera kepala atau leher, serta gangguan irama jantung.
Kebanyakan dari faktor risiko ini dapat diminimalkan melalui perubahan gaya hidup, seperti olahraga rutin dan pola makan sehat.
- Stroke Tidak Bisa Diobati
Penanganan darurat dengan obat penghancur bekuan darah atau prosedur bedah dapat membantu pemulihan, terutama jika dilakukan dalam beberapa jam pertama sejak gejala muncul.
Penelitian menunjukkan bahwa pasien yang mendapat penanganan dalam 3 jam pertama memiliki kemungkinan lebih besar untuk pulih tanpa cacat berat.
- Stroke Hanya Terjadi pada Orang Tua
Meskipun risiko stroke meningkat seiring usia, stroke juga bisa terjadi pada orang muda.
Sebuah studi menunjukkan bahwa 34% kasus stroke pada 2009 terjadi pada individu di bawah usia 65 tahun. Bahkan sekitar 15% stroke iskemik terjadi pada remaja dan dewasa muda.
- Semua Stroke menyebabkan Kelumpuhan
Stroke memang penyebab utama kecacatan jangka panjang, tapi tidak semua penderita stroke akan mengalami kelumpuhan. Dampaknya sangat tergantung pada bagian otak yang terkena.
Misalnya, stroke di sisi kiri otak bisa menyebabkan kelumpuhan di sisi kanan tubuh dan gangguan bicara. Sebaliknya, stroke di sisi kanan bisa menyebabkan kelumpuhan di sisi kiri dan gangguan penglihatan.
- Stroke Tidak Menurun dalam Keluarga
Beberapa penyakit genetik seperti anemia sel sabit memang meningkatkan risiko stroke. Selain itu, kecenderungan genetik terhadap tekanan darah tinggi juga bisa memperbesar risiko.
Karena anggota keluarga sering berbagi pola hidup dan lingkungan yang sama, kebiasaan tidak sehat dapat memperparah risiko stroke jika disertai faktor genetik. (*)
Editor : Hendra Efison