Pertemuan ini langkah awal memperkuat kolaborasi dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini.
Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua PERKI Cabang Sumbar, Dr. dr. Tommy Daindes, MKM, Sp.JP, SubSpAr(K), didampingi Sekretaris dr. Meidianaser Putra, Sp.JP FIHA, serta Ketua Bidang Pengabdian Masyarakat dan Humas, dr. Dian Puspita Fadly Amran, Sp.JP, yang juga Ketua TP-PKK Kota Padang.
Dalam audiensi ini, kedua belah pihak membahas sejumlah inisiatif bersama untuk mendorong gaya hidup sehat berbasis keluarga.
Edukasi dan pencegahan penyakit kardiovaskular sejak usia dini menjadi fokus utama, dengan pendekatan komunitas yang melibatkan kaum ibu, kader kesehatan, serta anak-anak usia sekolah.
“Kami ingin mendorong gerakan hidup sehat yang dimulai dari keluarga, sejalan dengan misi YJI dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat, khususnya kaum ibu dan generasi muda. Semoga kolaborasi ini mendapat dukungan penuh dari YJI Sumbar,” ujar dr. Tommy.
Selain membahas program kolaboratif, dalam kesempatan tersebut dr. Tommy juga menyampaikan undangan resmi kepada Ketua YJI Cabang Sumbar untuk menghadiri pelantikan pengurus PERKI Cabang Sumbar periode 2025–2028 yang akan digelar pada 26 Juli 2025 di ZHM Premiere Hotel Padang.
Ketua YJI Cabang Sumbar, Harneli Mahyeldi menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Ia mengingatkan pentingnya pendekatan berbasis komunitas dan keluarga sebagai strategi efektif dalam menekan angka penyakit tidak menular, khususnya penyakit jantung, di Sumatera Barat.
“Kami sangat terbuka untuk bersinergi dengan kalangan profesional medis. Kolaborasi ini sangat relevan dalam mewujudkan masyarakat Sumatera Barat yang sehat, tangguh, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap kesehatan jantung,” katanya.
Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, turut dibahas sejumlah program lanjutan seperti pelatihan kader kesehatan keluarga, pemeriksaan jantung gratis untuk masyarakat, serta kampanye gaya hidup sehat melalui Posyandu dan dasawisma.
Program-program tersebut akan dirancang untuk menjangkau berbagai lapisan masyarakat di tingkat kelurahan dan desa.
Selain program edukatif dan preventif, audiensi juga menyoroti pentingnya penguatan kebijakan daerah untuk mendukung upaya pencegahan penyakit kardiovaskular.
Salah satunya adalah dorongan terhadap implementasi Peraturan Daerah (Perda) tentang Kawasan Tanpa Rokok serta larangan iklan rokok di ruang publik, guna menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen bersama antara PERKI dan YJI Cabang Sumbar untuk menjadikan isu kesehatan jantung sebagai prioritas gerakan bersama di tengah masyarakat.
Kolaborasi ini sejalan dengan visi Indonesia Sehat 2025 dan diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif tentang pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini melalui peran aktif keluarga dan komunitas.(*)
Editor : Heri Sugiarto