Penyakit tersebut telah menyebabkan empat orang meninggal dunia dalam tiga hari terakhir dan membuat lebih dari 100 warga lainnya jatuh sakit.
Menurut laporan The Times of India, korban meninggal termasuk seorang bayi berusia 20 hari. Kondisi ini memicu kepanikan warga dan membuat desa tersebut masuk dalam status darurat kesehatan yang membutuhkan penanganan segera.
Gejala dan Kondisi Pasien
Pasien yang terjangkit dilaporkan mengalami demam tinggi, tubuh lemas, muntah, hingga dehidrasi parah. Keterbatasan fasilitas kesehatan di desa membuat banyak pasien hanya bisa dirawat di rumah, meskipun sebagian harus segera dirujuk ke rumah sakit.
Respons Pemerintah Daerah
Pemerintah Uttar Pradesh segera menurunkan tim medis ke lokasi. Dokter dan petugas kesehatan melakukan pemeriksaan massal, membagikan obat-obatan dasar, serta mengambil sampel darah pasien untuk uji laboratorium di rumah sakit rujukan.
Salah satu dugaan sementara, penyakit ini berkaitan dengan wabah musiman akibat perubahan cuaca. Namun otoritas kesehatan belum bisa memastikan apakah ini malaria, demam berdarah, atau penyakit infeksi lainnya.
“Penyelidikan lebih lanjut sangat diperlukan. Hanya dengan mengetahui penyebab pasti, pengobatan yang tepat bisa dilakukan untuk mencegah jatuhnya korban lebih banyak,” kata seorang pejabat kesehatan India.
Faktor Lingkungan dan Kekhawatiran Warga
Lingkungan padat penduduk dan sanitasi buruk diduga mempercepat penyebaran penyakit. Air bersih yang digunakan warga sehari-hari juga dikhawatirkan terkontaminasi.
Situasi diperparah karena banyak keluarga miskin tidak mampu membawa anggota keluarganya ke rumah sakit besar akibat keterbatasan biaya transportasi dan perawatan. Akibatnya, mereka hanya mengandalkan pengobatan lokal yang minim fasilitas.
Langkah Pencegahan
Pemerintah daerah Pilibhit menginstruksikan sekolah dasar melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap siswa. Selain itu, kampanye pencegahan dilakukan dengan meminta warga menjaga kebersihan rumah, menutup tempat penyimpanan air, serta menggunakan kelambu atau obat nyamuk.
Kasus demam misterius sendiri bukan hal baru di India. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah wilayah kerap dilanda penyakit serupa yang muncul tiba-tiba dan menelan banyak korban. Penyebab pastinya sering sulit diidentifikasi karena keterbatasan infrastruktur medis di pedesaan.
Potensi Penyebaran Lebih Luas
Organisasi kesehatan lokal memperingatkan bahwa jika wabah ini merupakan penyakit menular berbahaya, penyebaran bisa meluas ke wilayah lain di Uttar Pradesh bahkan negara bagian tetangga.
Hingga kini, rumah sakit di sekitar Pilibhit terus menerima pasien dengan gejala serupa. Beberapa di antaranya dalam kondisi kritis. Pihak rumah sakit mengakui kapasitas ruang rawat mulai kewalahan menghadapi lonjakan pasien.
Desakan untuk Tindakan Cepat
Masyarakat berharap pemerintah pusat segera memberikan bantuan medis dan logistik. Banyak warga menilai respons pemerintah daerah masih lambat dibandingkan skala masalah yang terjadi.
Para pakar kesehatan mendesak agar uji laboratorium dipercepat guna memastikan penyebab demam misterius. Penanganan cepat dianggap krusial untuk menekan jumlah korban sekaligus mencegah wabah meluas.
Dengan jumlah kematian yang sudah terjadi dan ratusan warga sakit, kondisi di Rasiakhanpur kini dianggap sebagai darurat kesehatan. Koordinasi lintas lembaga kesehatan sangat diperlukan untuk menahan laju penyebaran penyakit misterius ini.(cc5)
Editor : Hendra Efison