Radioterapi dosis rendah yang selama ini identik dengan pengobatan kanker, ternyata bisa membantu meredakan nyeri lutut akibat osteoartritis tanpa efek samping berarti.
Penemuan ini disampaikan dalam pertemuan tahunan American Society for Radiation Oncology (ASTRO). Dalam laporan yang dikutip dari Reuters, para peneliti menguji metode ini pada 114 pasien osteoartritis ringan hingga sedang di Korea Selatan.
Setiap pasien menerima total dosis radiasi sebesar 3 Gy yang dibagi ke dalam enam sesi—angka yang sangat kecil dibandingkan terapi kanker yang bisa mencapai 45 hingga 60 Gy.
Hasilnya mengejutkan: tingkat nyeri pasien menurun signifikan dan kemampuan bergerak meningkat dibandingkan kelompok kontrol.
“Pasien melaporkan nyeri berkurang dan sendi terasa lebih ringan setelah beberapa kali terapi,” kata salah satu peneliti yang terlibat dalam uji klinis itu.
Selama ini, osteoartritis biasanya ditangani dengan obat antiinflamasi, fisioterapi, atau suntikan kortikosteroid.
Namun, pengobatan jangka panjang sering menimbulkan efek samping dan tidak semua pasien merespons dengan baik. Karena itu, radioterapi dosis rendah dinilai bisa menjadi alternatif yang lebih aman.
Menurut para ahli, radiasi dalam dosis rendah bekerja dengan menekan peradangan di area sendi yang bermasalah. Mekanisme ini membantu tubuh meredakan nyeri secara alami tanpa merusak jaringan sehat.
Beberapa keuntungan metode ini antara lain:
- Dosis rendah dan aman untuk jaringan tubuh.
- Efek analgesik alami, tanpa ketergantungan obat.
- Cocok bagi pasien refrakter yang tidak membaik dengan terapi biasa.
- Berpotensi jangka panjang jika hasil penelitian lanjutan konsisten.
Kendati demikian, para peneliti menegaskan bahwa terapi ini masih dalam tahap awal. Uji coba berskala besar dengan durasi lebih panjang dibutuhkan untuk memastikan manfaat dan keamanannya bagi semua kelompok usia.
Sejauh ini, tidak ditemukan efek samping serius. Pasien yang menjalani terapi umumnya hanya mengalami rasa hangat sementara di area penyinaran.
“Kami tetap menekankan pentingnya pengawasan medis ketat agar terapi berjalan aman,” tambah tim peneliti.
Pendekatan baru ini sejalan dengan tren pengobatan modern yang berfokus pada manajemen nyeri tanpa ketergantungan obat jangka panjang. Radioterapi dosis rendah bisa menjadi bagian dari strategi hidup sehat, berdampingan dengan olahraga rutin, menjaga berat badan ideal, dan pola makan bergizi.
Organisasi medis internasional pun menyambut baik hasil penelitian ini, tetapi mengingatkan publik agar tidak mencoba metode ini tanpa rekomendasi dokter.
Jika hasil studi lanjutan menguatkan temuan awal, radioterapi dosis rendah berpotensi menjadi langkah revolusioner dalam manajemen osteoartritis di seluruh dunia — memberi harapan baru bagi mereka yang telah lama hidup dalam nyeri sendi kronis.(CC5)
Editor : Hendra Efison