Sulit Memaafkan Diri Sendiri? Ini 6 Langkah Mengelola Rasa Bersalah

Hendra Efison • Dipublikasikan Minggu, 13 September 2026 | 21:17 WIB
Sulit memaafkan diri sendiri?
Sulit memaafkan diri sendiri?

PADEK.JAWAPOS.COM — Memaafkan orang lain terkadang lebih mudah daripada memaafkan diri sendiri. Kesalahan di masa lalu bisa terus memunculkan rasa bersalah meski seseorang sudah menyadarinya dan berusaha berubah.

Psych Central merangkum enam langkah yang dapat membantu seseorang mengelola rasa bersalah dan belajar memaafkan diri sendiri.

Prosesnya tidak selalu cepat, tetapi dapat dimulai dengan memahami emosi, bertanggung jawab, dan melihat kesalahan secara lebih sehat.

1. Akui Rasa Bersalah

Albert Nguyen, pekerja sosial klinis dari Palo Alto, California, mengatakan setiap emosi memiliki fungsi. Rasa bersalah dapat membantu seseorang menyadari bahwa tindakannya mungkin berdampak kepada orang lain.

Penelitian 2018 yang dikutip Psych Central juga menunjukkan bahwa menerima emosi negatif tanpa menghakiminya berkaitan dengan kesejahteraan psikologis yang lebih baik.

2. Perlakukan Diri Seperti Sahabat

Taylor Kinman, konselor profesional berlisensi dari Fort Mitchell, Kentucky, menyarankan membayangkan apa yang akan dikatakan kepada sahabat yang melakukan kesalahan serupa.

Cara ini dapat membantu membangun self-compassion. Seseorang bisa mulai dengan mengubah pikiran negatif, menulis perasaan, melakukan perawatan diri, dan memberi dorongan kepada diri sendiri.

3. Pisahkan Kesalahan dari Identitas

Satu kesalahan tidak otomatis menggambarkan seluruh diri seseorang.

Nguyen menyarankan melihat tindakan secara spesifik, bukan memberi label kepada diri sendiri. Misalnya, mengatakan, “Saya meninggikan suara,” bukan langsung menyimpulkan, “Saya orang yang buruk.”

4. Lihat dari Sudut Pandang Orang Lain

Menurut Wayne Pernell, psikolog klinis dan penulis dari San Francisco, orang lain belum tentu terus memikirkan kesalahan yang sama seperti yang kita bayangkan.

Melihat situasi dari perspektif berbeda dapat membantu mengurangi beban rasa bersalah.

5. Berani Meminta Maaf

Jika memungkinkan, meminta maaf dengan tulus dan memperbaiki dampak kesalahan dapat menjadi langkah penting.

Nguyen mengatakan rasa bersalah terkadang membuat seseorang menghindari masalah. Meminta maaf tidak menjamin orang lain langsung memaafkan, tetapi menunjukkan kesediaan mengambil tanggung jawab.

6. Beri Waktu untuk Menenangkan Pikiran

Psych Central mengutip penelitian 2011 yang menunjukkan aktivitas membersihkan diri, seperti mandi atau membersihkan sesuatu, dapat sementara mengurangi perasaan bersalah atau keraguan.

Jeda tersebut dapat membantu seseorang mendapatkan perspektif sebelum menentukan langkah berikutnya.

Memaafkan Bukan Berarti Menghapus Tanggung Jawab

Penelitian 2016 yang dirangkum Psych Central mengaitkan forgiveness dengan penurunan stres dan peningkatan kesehatan mental. Studi 2017 juga menemukan kaitan dengan emosi positif, hubungan yang lebih baik, pertumbuhan spiritual, rasa berdaya, dan tujuan hidup.

Memaafkan diri sendiri bukan berarti menganggap kesalahan tidak penting. Seseorang tetap perlu mengakui perannya, meminta maaf jika memungkinkan, menerima konsekuensi, dan belajar agar kesalahan serupa tidak terulang.

Rasa bersalah juga perlu mendapat perhatian jika mulai mengganggu hubungan, pekerjaan atau sekolah, aktivitas sehari-hari, atau berkaitan dengan gejala kecemasan dan depresi. Dalam kondisi tersebut, bantuan tenaga profesional kesehatan mental dapat dipertimbangkan.

Pada akhirnya, memaafkan diri sendiri berarti mengakui kesalahan, memperbaiki yang masih bisa diperbaiki, mengambil pelajaran, lalu memberi diri sendiri kesempatan untuk berkembang.(*)

Editor : Hendra Efison
memaafkan diri sendiri rasa bersalah self-compassion psikologi kesehatan mental