PADEK.JAWAPOS.COM - Di balik seragam Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Rahmadinol menjalani peran yang tidak sederhana.
Ia bukan hanya penegak peraturan daerah, tetapi juga sosok yang membawa pengalaman panjang dari dunia pendidikan hingga kebencanaan ke dalam tugas menjaga ketenteraman dan ketertiban umum.
Sosok Rahmadinol lahir pada 14 April 1974 di Jorong Seberang Air, Nagari Batu Payung, Kecamatan Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota. Ia tumbuh di lingkungan sederhana yang membentuk kedisiplinan dan kepedulian terhadap masyarakat. Karakter tersebut kemudian menjadi bagian dari cara ia menjalankan tugas sebagai aparatur pemerintah. Di luar rutinitas kerja, ia juga dikenal memiliki ketertarikan pada seni.
Perjalanan pendidikannya dimulai dari SDN 1 Balai Panjang, dilanjutkan ke SMPN 2 Koto Payakumbuh, hingga SMAN Luhak di Kabupaten Limapuluh Kota. Selepas itu, ia menempuh pendidikan Diploma II di Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP) Padang pada 1995. Ia kemudian meraih gelar Sarjana (S1) dari Universitas Terbuka dengan jurusan Pendidikan Guru Sekolah Dasar di Jakarta.
Langkah awal pengabdiannya dimulai dari ruang kelas. Rahmadinol pernah menjadi tenaga pendidik di SDN Desa Tanjung Medan, Nagari Gunuang Malintang, Kecamatan Pangkalan Koto Baru. Ia juga dipercaya sebagai Kepala SDN 3 Manggilang di kecamatan yang sama. Dari dunia pendidikan, ia kemudian melangkah ke birokrasi pemerintahan sebagai Kepala Seksi Pendidikan di Kantor Camat Pangkalan, sebelum melanjutkan tugas sebagai Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Nagari).
Perjalanan kariernya berlanjut ke Sekretariat DPRD Kabupaten Limapuluh Kota. Di lembaga legislatif ini, ia pernah menjabat sebagai Kepala Subbagian Hubungan Masyarakat dan kemudian sebagai Kasubag Risalah. Pengalaman tersebut memberinya pemahaman mengenai tata kelola pemerintahan serta hubungan antarlembaga.
Rahmadinol kemudian memasuki fase penting dalam kariernya saat bergabung dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Limapuluh Kota. Ia mengemban sejumlah jabatan, mulai dari Kasi Kesiapsiagaan, Kasi Kedaruratan, hingga Pelaksana Tugas Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik. Ia juga pernah menjabat sebagai Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD, hingga akhirnya dipercaya sebagai Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD.
Pengalaman di bidang kebencanaan menjadi bekal saat ia memimpin Satpol PP Kabupaten Limapuluh Kota. Dalam perannya saat ini, Rahmadinol menekankan bahwa Satpol PP tidak hanya berfungsi sebagai penegak peraturan daerah, tetapi juga bagian dari upaya menjaga ketenteraman masyarakat secara menyeluruh.
Sepanjang kariernya, ia aktif mengikuti berbagai pelatihan, seperti Pembina Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), koordinasi penanggulangan kebakaran, simulasi penanggulangan bencana se-Sumatera Barat, rapat koordinasi SAR, hingga pelatihan pertolongan di air. Ia juga mengikuti peningkatan kapasitas Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB), workshop pengendalian operasi penanggulangan bencana, bimbingan teknis rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana, pelatihan ahli pengadaan barang dan jasa, serta pendidikan teknis komandan penanggulangan darurat bencana.
Atas pengabdiannya, Rahmadinol menerima tanda jasa Satyalancana Karya Satya X Tahun pada 2017 dan Satyalancana Karya Satya XX Tahun pada 2022 dari Presiden Republik Indonesia.
Dalam kehidupan pribadi, Rahmadinol adalah kepala keluarga dengan empat orang anak: Habibul Fitrah, Hidayatul Fikri, Husain Rafat Dhiaurrahman, dan Haziqah Putri Firzana.
Di tengah tugasnya, Rahmadinol membawa pendekatan yang menekankan perubahan cara kerja Satpol PP. Ia mendorong pergeseran dari pendekatan represif menuju preventif. Penertiban, menurutnya, perlu diimbangi dengan upaya pencegahan, edukasi hukum kepada masyarakat, serta deteksi dini terhadap potensi gangguan ketenteraman dan ketertiban.
Ia juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia. Aparat Satpol PP diharapkan mampu bersikap profesional dan humanis, tegas dalam menjalankan aturan, namun tetap mengedepankan pendekatan persuasif.
Pengalaman lintas sektor yang dimilikinya membentuk cara pandang Rahmadinol dalam memimpin. Dari ruang kelas hingga lapangan kebencanaan, perjalanan tersebut kini bermuara pada perannya sebagai Kasat Pol PP—menjaga ketertiban daerah dengan pendekatan yang menempatkan pencegahan dan komunikasi sebagai bagian penting dari tugas. (***)
Editor : Adriyanto Syafril